GOWA, UNHAS.TV - Perkembangan teknologi yang semakin pesat mendorong dunia akademik untuk menghasilkan penelitian yang tidak hanya mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat menjawab kebutuhan pembangunan.
Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan advanced materials menjadi salah satu bidang yang berkembang dalam upaya menghasilkan teknologi yang lebih adaptif, efisien, dan berkelanjutan.
Hal tersebut menjadi salah satu fokus International Conference on Research in Engineering and Science Technology (IC-REST) 2026 di Gedung CSA Fakultas Teknik Unhas, Gowa, Rabu (2/9/2026).
Konferensi ini mengusung tema “Navigating Tomorrow: Integrating AI and Advanced Materials for Sustainable Maritime and Human Development.”
Forum ini mempertemukan akademisi, mahasiswa, dan peneliti untuk membahas perkembangan riset sekaligus membuka peluang kerja sama lintas bidang dan institusi.
Ketua Panitia IC-REST 2026, Dr Andi Lolo Sinrang Arisaputra ST MEng PhD menjelaskan bahwa perkembangan AI dan advanced materials memiliki peran penting dalam menghadapi kebutuhan teknologi masa depan.
Integrasi keduanya tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan sistem teknologi yang lebih canggih, tetapi juga mendukung pengambilan keputusan, analisis data, dan efisiensi dengan memperhatikan aspek keberlanjutan.
“AI dan advanced material itu sangat penting. Integrasi kedua teknologi tersebut membuka peluang untuk menciptakan sistem yang canggih. Lebih dari sekadar inovasi teknologi, tema ini menekankan pentingnya menempatkan manusia dan keberlanjutan sebagai orientasi utama,” ujar Andi Lolo.
Dari pengembangan teknologi, IC-REST kemudian diarahkan pada upaya agar pertemuan ilmiah menghasilkan kerja sama penelitian yang berkelanjutan.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Unhas Prof dr Muh Nasrum Massi PhD SpMK menegaskan bahwa kolaborasi dengan peneliti internasional tidak seharusnya berhenti pada kehadiran mereka sebagai pembicara dalam konferensi.
“Kita jangan hanya berharap bahwa kolaborasi itu hanya dari segi membawakan materi di international conference. Kita berharap ada langkah-langkah selanjutnya," ujar Prof Nasrum.
"Langkah selanjutnya itu adalah research, membuat proposal bersama, writing bersama, melakukan research bersama, kemudian publish bersama,” lanjutnya.
Menurut Nasrum, Unhas telah memiliki sekitar 300 thematic research group yang dapat menjadi basis untuk mempertemukan kepakaran peneliti dengan jejaring riset dari luar institusi maupun luar negeri.
“Kita sudah ada 300 thematic research group yang sudah jalan di Universitas Hasanuddin, di Fakultas Teknik yang terbanyak," tambahnya.
"Nah, dari thematic research group ini, kita berharap dari International Conference ini akan banyak kolaborasi dengan banyaknya peserta atau researcher atau pemateri dari luar, baik di luar Unhas maupun di luar Indonesia,” jelas guru besar FK Unhas ini.
Kolaborasi internasional tersebut juga tercermin dari semakin terbukanya IC-REST bagi peserta dari luar institusi.
Andi Lolo menjelaskan bahwa kegiatan yang sebelumnya lebih banyak melibatkan mahasiswa internal kini semakin terbuka bagi peserta dari berbagai institusi, termasuk dari Jepang dan Taiwan.
Keterlibatan peserta dari berbagai latar belakang turut memperluas ruang pertukaran gagasan dalam konferensi. Yessy Dwita Rachma, peserta dari Institut Teknologi Bandung, mengikuti pembahasan advanced materials karena bidang tersebut sesuai dengan latar belakang keilmuannya.
“Karena background saya adalah material, jadi saya tertarik pada advanced materials, yang di mana kita di situ dapat mengembangkan material-material untuk menjadi teknologi terbarukan,” ujar Yessy.
Yessy berharap pertemuan tersebut dapat berkembang menjadi kerja sama penelitian yang lebih luas.
“Harapan saya pastinya bisa berkolaborasi dengan teman-teman di sini dan juga bisa meningkatkan kolaborasi riset dengan yang lainnya,” kata Yessy.
Melalui IC-REST 2026, forum ilmiah tidak hanya diarahkan untuk mempertemukan gagasan mengenai perkembangan teknologi, tetapi juga untuk membangun jejaring penelitian yang dapat ditindaklanjuti.
Pertemuan antara peneliti, mahasiswa, dan mitra internasional diharapkan berkembang menjadi penyusunan proposal, penelitian dan publikasi bersama, serta peluang memperoleh pendanaan internasional.
Dengan dukungan kelompok riset yang telah berjalan di Unhas dan keterlibatan peneliti dari berbagai negara, IC-REST menjadi salah satu ruang untuk memperluas jejaring akademik sekaligus memperkuat kualitas penelitian.
Arah tersebut menempatkan kolaborasi sebagai bagian penting agar riset tidak berhenti pada forum ilmiah, tetapi terus berkembang menjadi pengetahuan dan inovasi yang memiliki standar internasional serta relevan dengan kebutuhan pembangunan berkelanjutan.
(Mustika Syaharuddin / Unhas TV)
IC-REST 2026 - Fakultas Teknik Unhas menggelar International Conference on Research in Engineering and Science Technology (IC-REST) 2026 di Gedung CSA Fakultas Teknik Unhas, Gowa, Rabu (2/9/2026). (Unhas TV / Mustika Syaharuddin)








