MAKASSAR, UNHAS.TV - Perubahan ekonomi global yang semakin dipengaruhi oleh teknologi digital dan kecerdasan buatan mendorong dunia akademik untuk memperkuat riset serta kolaborasi lintas bidang.
Tantangan tersebut menjadi pembahasan utama dalam puncak 11th International Conference on Accounting, Management, and Economics (ICAME) 2026 yang digelar Universitas Hasanuddin dan FEB Unhas.
Konferensi ini mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa, praktisi, dan pemangku kepentingan dari dalam maupun luar negeri yang berlangsung di Arsjad Rasjid Lecture Theater, Kampus Unhas Tamalanrea, Kamis (8/10/2026).
Mengusung tema “Navigating the Intelligent Economy: Innovation and Governance”, konferensi ini menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai perkembangan riset dan dinamika ekonomi, khususnya dalam bidang akuntansi, manajemen, ekonomi, dan bisnis.
Puncak ICAME 2026 diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin bersama UKM Qatar.
Rangkaian kegiatan telah berlangsung sejak 6 Oktober 2026 dan mencakup berbagai agenda ilmiah, mulai dari forum penelitian hingga sesi presentasi hasil kajian.
Ketua Panitia ICAME Unhas, Rianda Ridho H Thaha SE MBA mengatakan konferensi ini dirancang sebagai wadah yang mempertemukan berbagai elemen untuk memperkuat pengembangan penelitian ekonomi yang relevan dengan perubahan dunia.

ICAME 2026 - Ketua Panitia ICAME Unhas, Rianda Ridho H Thaha SE MBA. Konferensi ini mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi untuk membahas riset ekonomi era intelligent economy. (Unhas TV / Zahra Tsabita Sucheng)
“Di tanggal 6, tanggal 7, tanggal 8. Jadi kita mulai dari tanggal 6, yang kedua ada research kolonium, di tanggal 7, puncaknya sebenarnya hari ini. Ini melibatkan para peneliti, dosen, mahasiswa, stakeholders juga ada, praktisi juga ada, jadi semua bersatu di dalam forum ICAME ini,” ujar Rianda.
Menurutnya, forum tersebut tidak hanya berfokus pada penyampaian hasil penelitian, tetapi juga membuka peluang kolaborasi antarpeneliti dari berbagai negara.
Riset Ekonomi dengan Tantangan Global
Dalam pelaksanaan puncak ICAME 2026, sejumlah pembicara internasional turut hadir memberikan perspektif mengenai perkembangan ekonomi global.
Mereka di antaranya Prof Yawen dari University of Technology Sydney, Prabaharan Gopalan (Group Chief Information Officer at Indika Energy), Rayenda Khresna Brahmana dari Lancaster University, serta Dr Aimani Nasir dari RMIT Vietnam.
Rianda menjelaskan, kehadiran para pembicara internasional menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan peserta mengenai lanskap ekonomi yang terus berubah.
“Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan di dalam landscape ekonomi. Jadi semua ini adalah peneliti-peneliti, dosen-dosen dari bidang ekonomi, terutama yang berkaitan dengan manajemen, akuntansi, ekonomi itu sendiri, dan bisnis,” katanya.
Ia berharap konferensi tersebut dapat mendorong peningkatan kualitas riset di bidang ekonomi, akuntansi, manajemen, dan bisnis agar lebih sesuai dengan perkembangan industri serta kebutuhan masyarakat.
Menurut Rianda, penelitian ekonomi saat ini perlu diarahkan tidak hanya pada aspek pertumbuhan, tetapi juga bagaimana organisasi dan perusahaan mampu beradaptasi dengan prinsip keberlanjutan (sustainability).
“Harapannya yang paling pertama adalah bagaimana riset itu bisa meningkat lagi, riset-riset terkait ekonomi, akuntansi, manajemen, bisnis, itu bisa lebih terarah sesuai dengan bagaimana dunia ini bergerak, bagaimana perusahaan harusnya bersikap, berkontribusi terhadap sustainability,” jelasnya.
Selain penguatan riset, ICAME 2026 juga menjadi ruang bagi peserta untuk membangun jejaring akademik dan profesional. Kolaborasi antarpeneliti dinilai penting agar pengembangan ilmu ekonomi tidak berjalan secara terpisah, melainkan melibatkan kerja sama lintas negara.
Rianda berharap penyelenggaraan ICAME 2026 yang dilaksanakan secara hybrid dapat memperluas akses partisipasi sekaligus memperkuat hubungan antara akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan.
Melalui forum ini, riset ekonomi, akuntansi, manajemen, dan bisnis diharapkan semakin terarah menghadapi era intelligent economy serta mampu menghasilkan inovasi yang memberikan dampak bagi dunia akademik maupun masyarakat luas.
(Zahra Tsabitha Sucheng / Unhas TV)
ICAME 2026 - Prabaharan Gopalan (Group Chief Information Officer at Indika Energy) hadir dalam ICAME 2026 yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin di Arsjad Rasjid Lecture Theater, Kamis (8102026). Konferensi ini mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi untuk membahas riset ekonomi era intelligent economy. (Unhas TV / Zahra Tsabita Sucheng)
-300x163.webp)



-300x169.webp)



