PANGKEP, UNHAS.TV-Produktivitas peternakan tidak hanya ditentukan oleh kualitas pakan, tetapi juga oleh kesehatan ternak yang terjaga secara berkelanjutan. Berangkat dari semangat tersebut, mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Unhas) yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gelombang 116 melaksanakan program Edukasi dan Vaksinasi, Pemberian Multivitamin, serta Obat Cacing Ternak sebagai upaya meningkatkan kesehatan dan produktivitas sapi sekaligus memperkuat kesejahteraan peternak di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), (23/7).
Program pengabdian kepada masyarakat ini menggabungkan pelayanan kesehatan hewan dengan edukasi berbasis ilmiah agar peternak mampu menerapkan manajemen pemeliharaan ternak yang lebih baik dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN Tematik Fakultas Peternakan Unhas, Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Pangkep, pemerintah setempat, serta tenaga kesehatan hewan.
Sinergi berbagai pihak itu memastikan setiap tahapan pelayanan dilakukan sesuai standar kesehatan veteriner sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat peternak.
Dalam kegiatan lapangan, tim KKN memberikan pelayanan kesehatan kepada 17 ekor sapi melalui vaksinasi, pemberian multivitamin, dan obat cacing.
Vaksinasi dilakukan sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kekebalan ternak terhadap penyakit menular yang dapat mengganggu pertumbuhan, reproduksi, dan produktivitas.
Pemberian multivitamin bertujuan menjaga kondisi fisiologis ternak, meningkatkan daya tahan tubuh, serta membantu proses metabolisme sehingga sapi tetap sehat dan produktif.
Sementara itu, pemberian obat cacing dilakukan untuk mengendalikan infeksi parasit internal yang selama ini menjadi salah satu penyebab rendahnya pertambahan bobot badan, penurunan kualitas reproduksi, hingga kerugian ekonomi bagi peternak.
Selain pelayanan kesehatan, mahasiswa KKN memberikan penyuluhan mengenai pentingnya vaksinasi secara berkala sebagai bagian dari strategi pencegahan penyakit ternak.
Peternak juga memperoleh edukasi mengenai pengendalian parasit, penyusunan ransum pakan yang seimbang, sanitasi kandang, serta penerapan biosekuriti sederhana untuk menekan risiko penyebaran penyakit.
Mahasiswa menjelaskan bahwa kesehatan ternak yang terpelihara akan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas, efisiensi biaya pemeliharaan, serta kualitas hasil peternakan yang diterima masyarakat.

Mahasiswa KKN Tematik Fakultas Peternakan Unhas bersama peternak dan Dinas Peternakan Pangkep memperkuat kesehatan ternak demi produktivitas berkelanjutan.(Foto: Dok.Pribadi).
Program edukasi tersebut juga mendorong peternak agar tidak hanya mengobati ternak ketika sakit, tetapi mulai membangun budaya pencegahan penyakit melalui pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi secara rutin.
Pendekatan preventif kini menjadi salah satu strategi utama dalam pembangunan peternakan modern karena dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan setelah penyakit muncul.
Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (WOAH) menegaskan bahwa vaksinasi, pengawasan kesehatan ternak, biosekuriti, dan pengendalian parasit merupakan komponen penting dalam menjaga kesehatan hewan, meningkatkan produktivitas, sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Bagi Indonesia, upaya tersebut memiliki arti strategis mengingat sektor peternakan menjadi salah satu penopang penyediaan protein hewani bagi masyarakat serta sumber penghasilan jutaan keluarga peternak.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Tematik Fakultas Peternakan Unhas tidak hanya menghadirkan pelayanan kesehatan hewan di lapangan, tetapi juga mentransformasikan ilmu pengetahuan kepada masyarakat agar peternakan rakyat semakin sehat, produktif, dan berdaya saing dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan. (*)
Mahasiswa KKN Tematik Fakultas Peternakan Unhas bersama petugas memvaksin sapi, memperkuat kesehatan ternak dan kesejahteraan peternak berkelanjutan. (Foto: Dok.Pribadi).


-300x171.webp)





