MAKASSAR, UNHAS.TV – The 3rd International Conference on Nutrition and Public Health (ICNPH) 2026 resmi digelar di Ballroom Unhas Hotel and Convention, Makassar, Rabu (8/4/2026).
Konferensi yang diselenggarakan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin ini menghadirkan inovasi pelaksanaan secara hybrid dan diikuti ratusan presenter dari berbagai negara.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 8–9 April 2026, dan menjadi penyelenggaraan ketiga setelah sebelumnya digelar pada 2019 dan 2021.
Konferensi sebelumnya dilaksanakan sepenuhnya daring pada masa pandemi Covid-19. Tahun ini, konsep hybrid memungkinkan peserta hadir secara langsung maupun virtual.
Ketua panitia ICNPH 2026, Rahayu Indriasari, SKM., MPHCN., PhD., menjelaskan bahwa konsep hybrid memberikan ruang lebih luas bagi partisipasi internasional.
“Kali ini kami lakukan hybrid, jadi selain presentasi dan partisipan hadir secara offline, kami juga membuka peluang partisipasi secara online,” ujar Rahayu.
Tema utama konferensi tahun ini adalah triple burden of malnutrition, atau tiga beban masalah gizi yang menjadi isu global dan nasional. Rahayu menjelaskan, triple burden mencakup kurang gizi, kelebihan gizi seperti obesitas, serta defisiensi mikronutrien yang sering tidak disadari masyarakat.
Konferensi menghadirkan keynote speaker dari UNICEF dan melibatkan kolaborasi dengan dua co-host, Universitas Tompotika Luwuk dan Universitas Aufa Royhan Padangsidimpuan.
Bentuk kolaborasi diwujudkan melalui kontribusi presentasi ilmiah, baik oral presentation maupun poster, dari masing-masing institusi.
“Bentuk kolaborasinya itu kami menerima presentasi dari co-host, baik dalam bentuk oral maupun poster. Total abstrak yang diterima sebanyak 127, dengan 78 oral presentation dan sekitar 20 poster.
Abstrak tersebut akan diseleksi lagi menjadi full paper dan dikirim ke tiga jurnal internasional terindeks Scopus serta tiga jurnal nasional terindeks Sinta,” jelas Rahayu.
Menurutnya, pendekatan ini memastikan karya ilmiah tidak hanya berhenti pada prosiding konferensi, tetapi memiliki peluang publikasi di jurnal bereputasi, memperluas jangkauan dan dampak penelitian.
ICNPH 2026 menjadi platform bagi akademisi, peneliti, dan praktisi kesehatan masyarakat untuk berbagi pengetahuan dan memperkuat kolaborasi internasional dalam menghadapi tantangan nutrisi.
Konferensi ini juga diharapkan mendorong percepatan transfer ilmu pengetahuan yang dapat diterapkan dalam program kesehatan publik, khususnya dalam upaya mengatasi masalah gizi di Indonesia.
Partisipasi ratusan presenter dari berbagai negara menunjukkan tingginya antusiasme komunitas akademik dan profesional terhadap isu malnutrisi.
Paper yang terpilih memiliki kesempatan untuk diterbitkan dalam jurnal nasional dan internasional, memperkuat integrasi antara penelitian dan kebijakan publik.
Rahayu menegaskan, konferensi ini bukan sekadar ajang akademis, tetapi juga sarana nyata untuk mengembangkan riset yang berdampak pada masyarakat.
Dengan pendekatan hybrid dan kolaborasi lintas institusi, ICNPH 2026 menegaskan posisi Universitas Hasanuddin sebagai pusat penelitian gizi dan kesehatan masyarakat unggulan di Indonesia.
Konferensi diharapkan menghasilkan rekomendasi yang dapat memperkuat strategi nasional dan global dalam menghadapi triple burden of malnutrition, serta mendorong investasi pada program kesehatan anak dan remaja yang berkelanjutan.
(Venny Septiani Semuel/ Rahmatia Ardi / Unhas TV)
Ketua panitia ICNPH 2026, Rahayu Indriasari, SKM., MPHCN., PhD. (Unhas TV/Venny Septiani)

-300x200.webp)


-300x204.webp)


-300x200.webp)
