MAKASSAR, UNHAS.TV - Pusat Disabilitas Universitas Hasanuddin (Pusdis Unhas) menggelar Iftar with Pusdis bertema Gerakan Mewujudkan Budaya Inklusif dan Ramadhan yang Aksesibel (GEMBIRA) di Aula Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin, Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan yang memperkuat solidaritas antara relawan, mahasiswa difabel, serta staf Pusdis di lingkungan kampus.
Sekitar seratus peserta menghadiri kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas relawan Pusdis dari batch satu, dua, dan tiga, mahasiswa difabel, staf Pusdis, hingga orang tua mahasiswa difabel.
Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang digelar setiap bulan Ramadan oleh Divisi Kerelawanan serta Divisi Layanan dan Mediasi Pusat Disabilitas Unhas.
Rangkaian kegiatan tidak hanya berfokus pada buka puasa bersama. Panitia juga menghadirkan sejumlah agenda edukatif dan interaktif, seperti volunteer upgrade session, inclusive performance, Ramadhan Talk, hingga penampilan lagu isyarat oleh relawan dan mahasiswa difabel.
Ketua panitia kegiatan, Nur Amelia Asis, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk mendorong terbangunnya budaya kampus yang lebih inklusif.
Menurut Nur Amelia, Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk menghadirkan ruang kebersamaan yang dapat diakses oleh semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas.
“Tema GEMBIRA atau Gerakan Mewujudkan Budaya Inklusif dan Ramadhan yang Aksesibel kami pilih untuk menegaskan komitmen menghadirkan lingkungan kampus yang ramah bagi semua orang.
"Kami ingin memastikan bahwa momentum Ramadan juga bisa dirasakan secara setara oleh mahasiswa difabel,” kata Amelia dalam keterangannya di sela kegiatan.
Acara diawali dengan pembukaan yang dihadiri Wakil Rektor IV Unhas Prof Adi Maulana. Setelah itu, peserta mengikuti sesi peningkatan kapasitas relawan melalui volunteer upgrade session.
Dalam sesi ini, relawan mendapatkan pembekalan tambahan terkait pendampingan mahasiswa difabel di lingkungan kampus.
Selain itu, panitia juga menampilkan berbagai pertunjukan inklusif yang melibatkan relawan dan mahasiswa difabel. Salah satunya adalah penampilan lagu isyarat yang menjadi simbol kolaborasi serta penghargaan terhadap keberagaman bentuk komunikasi di lingkungan kampus.
Koordinator Divisi Kerelawanan Pusdis Unhas, Ida Arianti Said, menjelaskan kegiatan ini sekaligus menjadi ajang pertemuan kembali bagi para relawan dari berbagai angkatan. Khususnya bagi relawan batch tiga yang akan mulai aktif mendampingi mahasiswa difabel pada semester ini.
Menurut Ida, relawan batch tiga akan bertugas sebagai pendamping mahasiswa difabel selama dua semester sebelum nantinya digantikan oleh relawan dari batch berikutnya. Karena itu, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana penyegaran pengetahuan mengenai metode pendampingan.
“Melalui kegiatan ini kami meng-upgrade kembali pemahaman relawan tentang cara mendampingi teman-teman mahasiswa difabel. Pendampingan itu mencakup berbagai kondisi, mulai dari mahasiswa netra, pengguna kursi roda, hingga mahasiswa dengan kondisi kesehatan mental atau intelektual,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan seperti ini penting untuk menumbuhkan empati serta memperkuat hubungan emosional antara relawan dan mahasiswa difabel. Hubungan yang baik dinilai akan memudahkan proses pendampingan, baik dalam kegiatan akademik maupun mobilitas sehari-hari di kampus.
Ida berharap relawan semakin aktif berkumpul dan berinteraksi di Pusat Disabilitas. Dengan begitu, hubungan kekeluargaan dan persahabatan dapat terbangun secara lebih kuat.
“Ketika empati dan chemistry antara relawan dan mahasiswa difabel terbangun dengan baik, proses pendampingan akan lebih cepat dan responsif. Saat mahasiswa difabel membutuhkan bantuan belajar atau mobilitas, relawan bisa segera hadir membantu,” kata Ida.
Melalui kegiatan Iftar with Pusdis ini, Pusat Disabilitas Universitas Hasanuddin berharap tercipta lingkungan kampus yang semakin inklusif. Tidak hanya dari sisi fasilitas, tetapi juga melalui penguatan nilai empati, solidaritas, dan kebersamaan di antara seluruh sivitas akademika.
(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)
GEMBIRA - Pusdis Unhas menggelar Iftar with Pusdis bertema Gerakan Mewujudkan Budaya Inklusif dan Ramadhan yang Aksesibel di Aula LPPM Kampus Unhas, Sabtu (7/3/2026). (unhas tv/venny septiani)








