Karier
Sosial

Ikatek Unhas Perkuat Sinergi Alumni untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan

Kegiatan “Sharing Awardee Dies ke-66 Teknik Unhas & Rakornas IKATEK Unhas” yang berlangsung di Kampus Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, Gowa, Sabtu (29/8/2026). (Unhas TV / Azizah F Dahniar)

GOWA, UNHAS.TV - Perkembangan teknologi dan dinamika pembangunan menuntut adanya kolaborasi yang semakin kuat antara perguruan tinggi, alumni, pemerintah, dan dunia industri.

Keahlian akademik dan profesional yang dimiliki alumni dinilai dapat menjadi salah satu kekuatan untuk menghadirkan inovasi serta solusi terhadap berbagai kebutuhan pembangunan.

Semangat tersebut menjadi bagian dari kegiatan “Sharing Awardee Dies ke-66 Teknik Unhas & Rakornas IKATEK Unhas” yang berlangsung di Kampus Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, Gowa, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan ini mempertemukan alumni Fakultas Teknik dengan sejumlah pihak dari sektor industri dan pemerintahan untuk membuka ruang sinergi dan kolaborasi yang lebih luas.

Kolaborasi tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan karena kompetensi keteknikan dapat diterapkan pada berbagai sektor. Salah satunya disampaikan Direktur Utama PTPN I, Laksamana Muda TNI (Purn) Dr Ir Abdul Rivai Ras MM MS MSi.

Menurutnya, sektor perkebunan membutuhkan dukungan teknologi dalam proses pengawasan dan pengelolaan di lapangan. Alumni teknik dinilai memiliki kompetensi yang dapat mendukung kebutuhan tersebut melalui pemanfaatan berbagai teknologi.

“Di sektor plantation itu juga membutuhkan teknologi, khususnya dalam konteks supervisi, pengawasan perkebunan, khususnya penggunaan IoT, menggunakan drone, menggunakan berbagai macam teknologi lainnya,” ujar Abdul Rivai.

Selain pemanfaatan teknologi, ia menilai kemampuan berpikir secara engineering juga dapat diterapkan dalam proses perencanaan bisnis dan pembangunan infrastruktur pendukung.

“Alumni teknik juga punya kemampuan berpikir engineering. Setiap perencanaan dalam setiap bisnis itu juga harus ada engineering mechanism, ada konsep-konsep perancangan, ada konsep-konsep yang berhubungan dengan bagaimana mendesain supporting infrastruktur yang ada di lapangan,” jelasnya.

Menurut Abdul Rivai, peluang tersebut dapat menjadi ruang bagi alumni teknik untuk membangun kerja sama yang lebih konkret dengan dunia industri. Ia berharap forum pertemuan seperti ini dapat dikembangkan menjadi ruang interaksi yang berkelanjutan.

“Ya, kita membangun forum seperti ini. Ada forum interaktif, kita membuka ruang-ruang business matching dan seterusnya. Lalu kalau ada kebutuhan-kebutuhan bisa saling melengkapi,” katanya.

Sementara itu, kolaborasi dengan pemerintah daerah juga menjadi salah satu peluang yang terbuka melalui kegiatan tersebut.

Bupati Luwu Utara, Ir Andi Abdullah ST mengatakan perubahan kondisi fiskal membuat pemerintah daerah perlu mengembangkan pendekatan baru dalam mendukung pembangunan.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak dapat hanya mengandalkan transfer keuangan dari pemerintah pusat, tetapi perlu mengoptimalkan potensi daerah serta membangun kerja sama dengan berbagai pihak.

“Dengan kondisi keuangan sekarang, dengan efisiensi yang ada, transfer keuangan daerah itu dibatasi sehingga pemerintah daerah harus mampu menjalin kolaborasi dengan siapa pun juga untuk membangun daerah,” ujar Andi Abdullah.

Ia mengatakan Luwu Utara terbuka untuk membangun kerja sama dengan alumni Universitas Hasanuddin, khususnya Fakultas Teknik. Menurutnya, kompetensi alumni dapat menjadi salah satu kekuatan dalam mengembangkan potensi yang dimiliki daerah.

“Kami di Luwu Utara seribu persen siap untuk bersama-sama dengan alumni Unhas, khususnya Fakultas Teknik untuk masuk ke Luwu Utara membangun Luwu Utara dengan sinergitas dan kebersamaan Unhas,” katanya.

Namun, Andi menekankan bahwa setiap kerja sama harus dilaksanakan sesuai dengan aturan dan melalui proses yang tepat. Aspek due diligence juga dinilai penting untuk memastikan kerja sama memberikan manfaat bagi seluruh pihak.

“Kita harus mengeksekusi apa yang menjadi potensi ini dalam kerangka aturan yang benar, kemudian due diligence-nya, dengan kemudian juga kita mengharapkan ada impact yang baik bagi masyarakat maupun bagi pemerintah,” jelasnya.

Ia berharap kolaborasi antara alumni, pemerintah, dan berbagai sektor dapat menghasilkan sinergi jangka panjang yang memberikan manfaat bagi masyarakat maupun pihak-pihak yang terlibat.

“Sehingga bisa menghasilkan sinergitas jangka panjang yang lebih membawa kebaikan dalam jangka panjang, itu yang kita inginkan,” tambahnya.

Ketua Ikatek Unhas Ir Muhammad Sapri Andi Pamulu MEng PhD menambahkan, kegiatan “Sharing Awardee Dies ke-66 Teknik Unhas & Rakornas Ikatek Unhas” menjadi ruang untuk memperkuat jejaring alumni sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai sektor.

"Pertemuan ini menunjukkan bahwa peran alumni tidak hanya berkaitan dengan hubungan kelembagaan, tetapi juga dapat diarahkan pada kontribusi nyata melalui keahlian, inovasi, dan pengalaman profesional," ujarnya.

Melalui sinergi antara alumni, perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri, potensi keilmuan dan pengalaman para alumni diharapkan dapat semakin dioptimalkan untuk menjawab kebutuhan pembangunan serta menghadirkan manfaat yang berkelanjutan.

(Mustika Syaharuddin / Azizah F. Dahniar / Unhas TV)