MAKASSAR, UNHAS..TV- Para ilmuwan dari Universitas Osaka, Jepang, telah membuat penemuan revolusioner yang dapat membuka jalan baru dalam memperlambat proses penuaan. Daily Mail (25/2) melaporkan bahwa ilmuwan Jepang telah mengidentifikasi protein HKDC1 yang berperan dalam menjaga kesehatan mitokondria dan lisosom—dua organel penting dalam sel yang terkait erat dengan proses penuaan.
Memahami Peran Mitokondria dan Lisosom dalam Penuaan
Sel manusia memiliki berbagai organel yang berfungsi seperti "mesin" kecil untuk menjaga keseimbangan dan kesehatan tubuh. Mitokondria, sering disebut sebagai "pembangkit energi" sel, bertanggung jawab dalam menghasilkan ATP, sumber utama energi seluler. Sementara itu, lisosom berfungsi sebagai "pusat daur ulang" yang membersihkan dan mencerna komponen sel yang rusak.
Ketika kedua organel ini mengalami gangguan, tubuh mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan, termasuk penurunan fungsi jaringan dan meningkatnya risiko penyakit degeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan dan fungsi mitokondria serta lisosom sangat penting dalam memperlambat proses penuaan.
HKDC1: Protein Penyelamat Sel dari Penuaan
Dalam penelitian yang dilakukan oleh tim Universitas Osaka, ditemukan bahwa protein HKDC1 memainkan peran sentral dalam menjaga fungsi mitokondria dan lisosom. Aktivitas HKDC1 meningkat saat sel mengalami tekanan, terutama dalam kondisi stres mitokondria atau lisosom.
Sebelumnya, protein TFEB telah diketahui memiliki peran penting dalam mengatur fungsi lisosom dan mitokondria. Namun, target spesifik TFEB dalam sel belum sepenuhnya dipahami. Tim peneliti menemukan bahwa TFEB menargetkan gen HKDC1, yang kemudian berkontribusi terhadap perlindungan dan pemeliharaan kedua organel tersebut.
Untuk mengidentifikasi hubungan ini, para peneliti menggunakan metode imunopresipitasi kromatin, teknik yang memungkinkan mereka menentukan interaksi spesifik antara protein dan DNA dalam sel. Hasilnya menunjukkan bahwa HKDC1 diregulasi dalam kondisi stres seluler, menjadikannya target potensial dalam terapi anti-penuaan.