
Ketika kadar protein AP2A1 berkurang, sel-sel meninggalkan keadaan tua atau 'pikun' dan mulai membelah lagi. Credit: Dailymail.
HKDC1 dan Perannya dalam Mitofagi: Upaya Pembersihan Mitokondria
Ketika mitokondria mengalami kerusakan, sel menggunakan proses yang disebut mitofagi untuk mengeliminasi mitokondria yang tidak lagi berfungsi. Proses ini melibatkan protein PINK1 dan Parkin yang bertugas menandai mitokondria rusak agar dapat didaur ulang oleh lisosom.
Mengying Cui, penulis utama penelitian ini, menjelaskan bahwa HKDC1 berinteraksi dengan TOM20—protein yang terletak di membran luar mitokondria. Eksperimen mereka menunjukkan bahwa interaksi antara HKDC1 dan TOM20 sangat penting dalam mengatur proses mitofagi yang bergantung pada PINK1/Parkin. Tanpa HKDC1, mitokondria rusak tidak dapat dieliminasi secara optimal, yang pada akhirnya mempercepat penuaan seluler.
Selain itu, HKDC1 juga memainkan peran dalam pemeliharaan lisosom. Ketika HKDC1 berkurang, proses pembersihan dalam lisosom terganggu, menyebabkan organel ini kehilangan kemampuannya untuk memperbaiki diri setelah mengalami kerusakan.
Prospek Masa Depan: Potensi Terapi Anti-Penuaan
Penemuan ini memberikan harapan baru dalam upaya memperlambat penuaan dan mencegah penyakit degeneratif yang terkait dengan usia. Shuhei Nakamura, peneliti senior dalam studi ini, menekankan bahwa HKDC1 merupakan kunci dalam menjaga komunikasi antara mitokondria dan lisosom melalui interaksinya dengan VDAC, sebuah protein yang menghubungkan kedua organel tersebut.
"Ketika kita memahami bagaimana HKDC1 bekerja dalam sel, kita bisa mulai mengembangkan strategi terapi yang menargetkan protein ini untuk memperlambat penuaan dan mencegah penyakit terkait usia," ujar Nakamura.
Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengungkap bagaimana HKDC1 dapat dimanfaatkan dalam pengobatan klinis. Namun, temuan ini membuka kemungkinan untuk terapi berbasis protein yang dapat memperpanjang usia sehat manusia dan meningkatkan kualitas hidup di usia lanjut. (*)