Sport

Inggris Tumbang dari Spanyol, Kesalahan Pertahanan dan Penalti Kane Jadi Petaka

Striker Timnas Spanyol Lamine Yamal mencetak gol pembuka ke gawang Inggris di UEFA Nations League, Minggu (27/9/2026) dini hari. (Screenshot The Sun)

LONDON, UNHAS.TV – Tim nasional Inggris kembali mendapat tamparan keras. Bermain di Stadion Wembley, Minggu (27/9/2026) dini hari, skuad asuhan Thomas Tuchel kalah dari juara dunia Spanyol dalam laga pembuka UEFA Nations League yang berlangsung cepat, terbuka, dan penuh kesalahan.

Inggris sebenarnya sempat berbalik unggul setelah tertinggal lebih dulu. Namun buruknya organisasi pertahanan, kegagalan Harry Kane mengeksekusi penalti, serta ketajaman pemain Spanyol membuat kemenangan terlepas.

Mikel Oyarzabal kembali menjadi mimpi buruk Inggris dengan mencetak gol penentu kemenangan. Nama Oyarzabal bukan sosok asing bagi pendukung Three Lions.

Ia merupakan pemain yang mencetak gol kemenangan Spanyol atas Inggris pada final Euro 2024. Kali ini, penyerang Real Sociedad itu kembali menghukum lini belakang Inggris yang gagal menjaga konsentrasi.

Thomas Tuchel sebelumnya mengatakan dirinya harus mulai “merangkul kekacauan” selama menangani Inggris. Pertandingan melawan Spanyol menjadi gambaran paling nyata dari pernyataan tersebut.

Inggris tampil agresif ketika menyerang, tetapi berantakan ketika kehilangan bola. Kecepatan dan keberanian para pemain muda tidak dibarengi kemampuan mengontrol permainan.

Lamine Yamal membuka kekacauan itu hanya 106 detik setelah pertandingan dimulai. Pemain Barcelona tersebut merebut bola dari Marc Guehi yang terlalu lama menguasainya. Yamal kemudian melepaskan tembakan yang mengenai tiang sebelum masuk ke gawang James Trafford.

Gol tersebut menjadi gol tercepat ketiga yang pernah bersarang ke gawang Inggris dalam pertandingan di Wembley.

Spanyol kemudian memperoleh sederet peluang. Ferran Torres sempat menjebol gawang Inggris, tetapi golnya dianulir karena offside. Torres kembali lolos tanpa penjagaan setelah menerima umpan Yamal, namun Trafford melakukan penyelamatan penting.

Kesalahan Inggris terus berulang. Rodri kemudian mengirimkan umpan kepada Torres yang kembali berada dalam posisi bebas.

Kali ini bola melewati Trafford, tetapi melenceng dari sasaran. Dani Olmo juga mendapat peluang setelah sentuhan cerdas Yamal, tetapi tembakannya belum menemui gawang.

Spanyol bisa saja unggul tiga atau empat gol sebelum Inggris menemukan jalan kembali ke pertandingan.

Anthony Gordon menjadi penyelamat sementara. Gol itu bermula ketika Nico Williams kehilangan bola kepada Elliot Anderson. Jude Bellingham membawa bola ke depan sebelum memberikan umpan kepada Gordon.

Pemain Newcastle United itu hanya membutuhkan satu sentuhan sebelum melepaskan tembakan melewati bawah badan Unai Simon. Skor menjadi 1-1.

Harry Kane kemudian membuat Wembley bergemuruh. Beberapa detik setelah membuang peluang karena bola tersangkut di kakinya, kapten Inggris itu mencetak gol internasional ke-86.

Serangan Inggris dibangun melalui umpan silang Nico O’Reilly. Kane menyambut bola dengan sundulan rendah. Marc Cucurella mencoba menghalau, tetapi justru membuat bola berbelok masuk setelah mengenai pahanya. Inggris secara mengejutkan unggul 2-1.

Keunggulan itu terasa ganjil jika melihat jalannya pertandingan. Spanyol jauh lebih sering membongkar pertahanan Inggris dan bisa saja mencetak empat atau lima gol pada babak pertama.

Kesempatan Inggris memperbesar keunggulan datang setelah pemeriksaan VAR menemukan pelanggaran Rodri terhadap Jude Bellingham. Kane maju sebagai eksekutor penalti.

Namun kapten Inggris itu terpeleset saat menendang bola. Tembakannya menghantam mistar gawang.

Momen itu mengingatkan pada penalti Kane yang gagal saat Inggris menghadapi Prancis pada perempat final Piala Dunia 2022. Kegagalan tersebut kemudian menjadi salah satu titik penting pertandingan.

Pertahanan Inggris Kembali Jadi Sorotan

>> Baca Selanjutnya