JAKARTA, UNHAS.TV - Sebanyak 57 penghargaan diberikan kepada perusahaan, instansi, lembaga, hingga mahasiswa dalam ajang Innovation and Technology for Social and Environmental Sustainability (IntechSEA) Awards 2026 yang digelar Universitas Hasanuddin (Unhas) di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Penghargaan tersebut menjadi ruang pertemuan antara inovasi dengan kebutuhan industri, kebijakan pemerintah, peluang investasi, serta agenda pembangunan berkelanjutan.
Ajang ini tidak hanya memberikan apresiasi kepada para inventor, tetapi juga mempertemukan berbagai pihak dalam membangun kolaborasi untuk menjawab tantangan global. Penganugerahan IntechSEA 2026 berlangsung di Four Seasons Hotel Jakarta.
Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, rektor Unhas, bupati Takalar, jajaran pejabat kementerian, serta pimpinan Unhas.
Mengusung tema Collaborative Innovation for a Sustainable and Inclusive Future, kegiatan ini digagas Direktorat Inovasi dan Kekayaan Intelektual Universitas Hasanuddin bersama Unhas TV.
Penyelenggaraan dipilih di Jakarta sebagai langkah untuk memperluas jangkauan inovasi yang lahir dari lingkungan akademik dan mitra strategis.
Acara diawali dengan pembawaan lagu Indonesia Raya tiga stanza versi 1927 ciptaan W.R. Supratman yang dinyanyikan oleh Antea Putri Turk.
Setelah itu, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia sekaligus Chairman B-57 Plus Asia Pasifik Regional Chapter, M Arsjad Rasjid PM mengenai hubungan inovasi dengan perkembangan dunia industri.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga memberikan paparan terkait hilirisasi sektor mineral sebagai salah satu strategi memperkuat nilai tambah sumber daya alam Indonesia.
Apresiasi untuk Inovasi dan Kolaborasi
Dalam ajang penganugerahan tersebut, 57 penghargaan diberikan kepada berbagai pihak yang menghasilkan inovasi dalam sejumlah kategori. Penghargaan tersebut mencakup inovasi dari sektor perusahaan, instansi pemerintah, lembaga, hingga karya mahasiswa.
Ketua Panitia IntechSEA 2026 yang juga Direktur Inovasi dan Kekayaan Intelektual Universitas Hasanuddin, Asmi Citra Malina SPi MAgr PhD, mengatakan pemindahan penyelenggaraan ke Jakarta membuat cakupan kegiatan semakin luas.
Menurut dia, IntechSEA tidak hanya menjadi ajang penghargaan bagi para inventor, tetapi juga menjadi wadah kemitraan pentahelix yang mempertemukan akademisi, pemerintah, industri, masyarakat, dan media.
“Momentum ini menjadi ajang untuk mencari inovasi yang diperlukan guna menjawab tantangan zaman,” ujar Asmi.
Dampak positif ajang tersebut juga dirasakan para peserta. Supervisor Corporate Transformation Askrindo, Ivan Fan, menilai IntechSEA mampu memicu lahirnya inovasi dan kolaborasi yang menghasilkan dampak besar.
Dalam ajang tersebut, Askrindo memperoleh dua penghargaan Gold dan dua penghargaan Platinum dari empat kategori yang diikuti. Ivan berharap inovasi yang dikembangkan dapat diterapkan lebih luas serta membuka peluang kerja sama dengan Universitas Hasanuddin maupun perusahaan lain.
Selain penganugerahan, IntechSEA 2026 juga menghadirkan talkshow yang membahas inovasi inklusif untuk memperkuat ketahanan sosial, kesehatan, pangan, dan pemberdayaan masyarakat.
Diskusi menghadirkan Kepala BPOM RI Prof dr Taruna Ikrar MBiomed PhD, Prof Dr Ir Mat Syukur MSc, Dr Rachmita Maun Harahap, serta Dr Yasmine Yessy Gusman SH MBA.
Melalui IntechSEA 2026, Universitas Hasanuddin mendorong agar inovasi tidak berhenti pada pengembangan teknologi, tetapi mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.
(Tim Liputan Unhas TV)
INTECHSEA AWARD - Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar IntechSEA Awards 2026 di Four Seasons Hotel Jakarta, Senin (14/9/2026). Sebanyak 57 penghargaan inovasi diberikan kepada perusahaan, instansi, lembaga, dan mahasiswa yang mendorong kolaborasi berkelanjutan. (Tim Unhas TV)


-300x183.webp)





