GOWA, UNHAS.TV - Perubahan daya ingat pada lanjut usia (lansia) menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam menjaga kesehatan lansia.
Keluhan mudah lupa yang terjadi secara berulang menjadi salah satu hal yang perlu dikenali dalam kaitannya dengan demensia dan Alzheimer.
Hal tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan “Fun Moment with Sahabat ALZI – Chapter Makassar” bertema “Melangkah Bijak di Usia Senja” yang digelar dalam rangka memperingati World Alzheimer’s Month 2026.
Kegiatan berlangsung pada Jumat (25/9/2026), di Sekolah Lansia Anrong Salama Sikatutui, Kabupaten Gowa. Rangkaian kegiatan meliputi pemeriksaan kesehatan, skrining risiko demensia, edukasi demensia, brain gym, dan art therapy.
Perwakilan Ikatan Perawat Gerontik Indonesia (IPEGERI) Sulawesi Selatan, Eka Keswara SKep Ns menjelaskan bahwa kegiatan IPEGERI yang berkaitan dengan lansia mencakup pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan pendidikan dilakukan melalui berbagai seminar yang berkaitan dengan kesehatan lansia, termasuk demensia, stroke, dan hipertensi.
“Kalau untuk kegiatannya itu sendiri kita variatif karena ada beberapa yang pertama adalah tentang meningkatkan pendidikan," kata Eka Keswara.
"Kami sering kali membuat seminar-seminar yang keterkaitannya dengan lansia, seminar-seminar demensia, seminar stroke, seminar hipertensi, dan kegiatan-kegiatan lainnya yang ada kaitannya dengan lansia,” jelasnya.
Selain kegiatan pendidikan, IPEGERI Sulawesi Selatan juga melaksanakan pengabdian kepada masyarakat bersama pihak yang memiliki perhatian terhadap lansia. Salah satu bentuk kegiatan tersebut adalah pemeriksaan kesehatan dan skrining demensia.
“Dan kami juga sering mengadakan kegiatan-kegiatannya itu yang menyentuh masyarakat melalui bentuk itu tadi, pengabdian masyarakat melalui pemeriksaan kesehatan, skrining, salah satu yang hari ini kita lakukan adalah skrining tentang demensia itu sendiri,” tambahnya.
Eka juga menjelaskan bahwa lansia membutuhkan komunitas sebagai ruang untuk menjalankan aktivitas dan berkomunikasi dengan orang lain.
Menurutnya, kondisi ketika lansia memasuki masa pensiun atau ketika anak dan cucu memiliki kesibukan dapat membuat lansia berada di rumah dan merasa sendiri.
“Sementara lansia ini juga perlu komunitas, kesehariannya juga perlu dihibur, perlu ada teman curhat, teman cerita, teman kegiatan, yang dikhawatirkan ketika, maaf, dia pensiun ataupun cucunya pergi sekolah, anaknya pergi kerja, lantas di rumahnya dia merasa sendiri, merasa jenuh,” ujar Eka.
Ia menambahkan bahwa komunitas dapat membantu lansia tetap memiliki aktivitas dan komunikasi. “Nah, komunitas ini dianggap perlu. Nah, komunitas inilah yang membantu para lansia untuk berkegiatan, ada teman, ada teman komunikasi, teman bercanda,” tambahnya.
Eka juga menyebut aktivitas tersebut dapat meminimalkan terjadinya demensia atau Alzheimer.
“Jadi setidaknya aktivitasnya juga ada dan meminimalisir terjadinya demensia atau Alzheimer itu sendiri melalui kegiatan-kegiatan seperti ini.”
Tingkatkan Kesadaran tentang Demensia
>> Baca Selanjutnya
Perwakilan Ikatan Perawat Gerontik Indonesia (Ipegeri) Sulsel Eka Keswara SKep Ns. (Unhas TV / Mustika Syaharuddin)








