Sport

Ismaila Sarr Cetak Gol Tercepat dalam 21 Detik, Crystal Palace Dekati Final Conference League



Gol pertama Kamada untuk Palace sejak Oktober 2024 bakal membantu The Eagles ke final. (The Sun/reuters)


Meski memulai laga dengan buruk, Shakhtar perlahan bangkit. Tim Ukraina itu dikenal sebagai salah satu tim dengan penguasaan bola tertinggi di turnamen. Setelah gol cepat Palace, mereka mulai mengendalikan tempo dan menciptakan sejumlah peluang setengah matang.

Eguinaldo, satu dari tujuh pemain Brasil dalam susunan utama Shakhtar, memperoleh kesempatan terbaik pada babak pertama. Namun, upayanya digagalkan Daniel Munoz dengan blok penting. Di sisi lain, Palace tetap berbahaya saat menyerang.

Adam Wharton sempat melepaskan tembakan yang diblok, lalu satu peluang lainnya diamankan Riznyk pada menit keenam. Gelandang muda itu masih menunggu gol pertamanya untuk Palace.

Shakhtar kemudian membalas dengan cara yang hampir sama seperti Palace: mengejutkan lawan pada awal babak. Baru dua menit setelah turun minum, mereka menyamakan kedudukan.

Kaua Elias meneruskan sepak pojok yang mengarah keluar. Pertahanan Palace lengah. Oleh Ocheretko berdiri bebas dan menyontek bola dari jarak dekat melewati Dean Henderson.

Gol itu mengubah tekanan pertandingan. Palace sempat kehilangan kendali. Namun, tim tamu segera menemukan peluang untuk kembali unggul. Pada menit ke-54, Mateta mengirim umpan lambung cerdik kepada Sarr.

Sarr langsung menembak dalam situasi satu lawan satu, tetapi Riznyk menahan bola dengan kakinya. Kiper Shakhtar itu kemudian menjatuhkan diri untuk menangkap bola pantulan dari Mateta.

Tiga menit berselang, Mateta kembali mengancam. Ia menyambut lemparan jauh ke kotak penalti dan bola mengenai sisi dalam tiang gawang. Tanda-tanda gol kedua Palace semakin kuat.

Keunggulan itu akhirnya datang dari skema lemparan jauh Chris Richards. Bola yang dilempar ke kotak penalti jatuh di jalur Daichi Kamada.

Gelandang Jepang itu melepaskan tembakan kaki kiri yang meluncur menembus Riznyk. Gol tersebut menjadi gol pertama Kamada untuk Palace sejak Oktober 2024.

Gol Kamada memiliki arti penting. Kontraknya, seperti Glasner, akan berakhir pada musim panas. Namun, kontribusinya dalam laga ini dapat bernilai besar bagi Palace, yang sedang memburu trofi ketiga dalam 13 bulan.

Shakhtar berusaha mengejar gol penyeimbang kedua. Palace bertahan dengan keras, kadang rapi, kadang gugup. Tekanan tim tuan rumah membuat lini belakang Palace harus bekerja ekstra sampai menit-menit akhir.

Namun, Palace justru menutup laga dengan gol ketiga. Dalam serangan balik cepat, pemain pengganti Jorgen Strand Larsen menunjukkan ketenangan di depan gawang. Ia menuntaskan peluang itu menjadi gol Eropa pertamanya untuk Palace.

Gol Strand Larsen memberi Palace keunggulan dua gol sebelum kembali ke Selhurst Park. Shakhtar masih memiliki kesempatan pada leg kedua, tetapi Palace kini memegang kendali.

Dengan Sarr yang sedang tajam dan Kamada yang muncul pada saat penting, tim London Selatan itu hanya berjarak satu langkah dari malam terbesar dalam sejarah Eropa mereka. (*)