MAKASSAR, UNHAS.TV - “Bertualang bisa memberi suntikan semangat yang luar biasa. Namun, tanpa persiapan yang matang, semua itu bisa berujung sia-sia.”
Itulah kutipan dari buku Jelajah Lintas Batas: An Indonesian Wild Adventure karya Drs Sudirman MM. Buku petualangan ini berkisah tentang keindahan alam, perjumpaan dengan masyarakat lokal, dan risiko perjalanan di berbagai wilayah Indonesia.
Buku itu diperkenalkan melalui sharing session atau sesi berbagi di Studio Maradeka Unhas TV, Kampus Universitas Hasanuddin, Tamalanrea, Makassar, Senin (13/7/2026).
Hadir sejumlah penanggap yakni Prof Jatna Supriatna MSc PhD (Guru Besar Universitas Indonesia, Biologiwan, ahli primata, dan biologi konservasi Indonesia).
Lalu Prof Dr Ir Muh Yusran Jusuf MSi IPU CEIA, Guru Besar Kehutanan Unhas, Pemerhati lingkungan dan Sekretaris Jenderal PP IKA Unhas Periode 2022–2026.
Hadir Ketua Umum Pajero Sport Family atau PSF Periode 2025–2028 Ir Hidayat Darmawan MT, David MinG SM MM (Professional Ghostwriter, Pendiri Penerbit Litera Mediatama, Co-Founder PT Tinta Langit), dan Reza Hariputra SH CMT (Pendiri Smart Offroading dan Indonesia 4×4 Overland).
Dalam kegiatan tersebut, Sudirman membagikan pengalaman menjelajahi kawasan hutan, pegunungan, pesisir, dan permukiman masyarakat di sejumlah daerah.
Alumnus Jurusan Biologi Fakultas MIPA Unhas itu menempatkan perjalanan sebagai ruang pembelajaran yang mempertemukan manusia dengan alam, budaya, serta batas kemampuan dirinya sendiri.
Sudirman mengatakan buku itu lahir dari kegelisahannya terhadap terbatasnya literatur petualangan yang berangkat dari pengalaman dan kondisi geografis Indonesia.
Padahal, menurut dia, Indonesia memiliki bentang alam yang luas dan beragam, sehingga dapat menjadi laboratorium petualangan yang sulit ditemukan di negara lain.
“Saya menulis karya ini karena melihat masih kurangnya literatur untuk kegiatan berpetualang di Indonesia,” kata Sudirman dalam sesi diskusi.
Buku tersebut tidak berhenti pada gambaran mengenai pemandangan alam. Sudirman juga membahas aspek keamanan, keselamatan, perencanaan perjalanan, kesiapan fisik, serta kemampuan menghadapi situasi yang berubah.
Persiapan yang matang, kata dia, dapat mengurangi risiko ketika seseorang berada jauh dari permukiman atau menghadapi medan yang belum dikenal.
Ia menilai petualangan tidak selalu memerlukan biaya besar. Perjalanan dapat dimulai dari wilayah terdekat dengan mempertimbangkan kemampuan, tujuan, dan kondisi setiap orang.
Hal yang paling dibutuhkan adalah kemauan, rasa ingin tahu, ketahanan mental, serta kesadaran untuk menjaga keselamatan.
Tanggung Jawab Moral Seorang Petualang
>> Baca Selanjutnya
LAUNCHING BUKU - Sesi dokumentasi Bersama penulis dan penanggap kegiatan sharing session Buku Jelajah Lintas Batas karya Drs Sudirman MM di Maradeka Studio Unhas TV, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Senin (13/7/2026). (Unhas TV / Zahra Tsabita Sucheng)


-300x169.webp)





