Sport

Jelang Laga Inggris vs Kongo, Inggris Diperkirakan Menang Besar

UNHAS.TV - Tim nasional Inggris akan menjalani laga penting menghadapi Republik Demokratik Kongo yang dijadwalkan berlangsung di Atlanta Stadium, Atlanta, Amerika Serikat, Kamis dini hari waktu Indonesia.

Inggris yang diperkuat sejumlah pemain bintang, diperkirakan akan menang besar dengan peluang kemenangan sebesar 76 persen berbanding 7 persen untuk Kongo. Adapun peluang untuk hasil seri selama 90 menit adalah 17 persen.

Pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Inggris (juara Grup L) melawan RD Kongo (salah satu tim peringkat ketiga terbaik dari Grup K), diperkirakan akan menjadi laga yang sangat tidak seimbang di atas kertas, dengan Inggris sebagai salah satu favorit juara turnamen dan RD Kongo sebagai underdog yang baru pertama kali lolos ke babak gugur Piala Dunia.

Secara peringkat FIFA dan kualitas tim, Inggris saat ini menduduki peringkat ke-4 FIF . Di bawah pelatih Thomas Tuchel, tim Inggris sangat kuat dengan campuran pengalaman dan bakat pemain muda. 

Pemain kunci termasuk Harry Kane (kapten dan pencetak gol utama), Jude Bellingham, Declan Rice, Bukayo Saka, serta bek-bek solid seperti John Stones dan Marc Guéhi.

Adapun Republik Demokratik Kongo berada di peringkat ke-46 FIFA. Mereka lolos sebagai salah satu tim ketiga terbaik setelah mengalahkan Uzbekistan di laga terakhir grup. 

Pemain andalan mereka adalah Yoane Wissa (Newcastle), Cédric Bakambu, kapten Chancel Mbemba, dan gelandang Noah Sadiki. Tim ini mengandalkan semangat, fisik, dan serangan balik cepat.

Dari pertimbangan selisih peringkat FIFA dan kualitas individu tentu sangat besar. Inggris memiliki kedalaman skuad yang jauh lebih baik. Selain itu, penampilan Inggris sangat mendominasi Grup L dengan rekor bagus (menang 2-0 atas Panama), serta finis di posisi pertama. Mereka menunjukkan soliditas pertahanan dan efektivitas serangan.

RD Kongo finis ketiga di Grup K. Mereka hanya meraih 1 kemenangan (atas Uzbekistan), 1 seri, dan 1 kalah. Kemenangan itu cukup untuk meloloskan mereka ke babak 32 besar sebagai salah satu "best third-placed teams". Performa mereka cukup mengesankan untuk satu tim debutan di babak knockout, tapi tetap rapuh melawan tim top Eropa.

Pada pertandingan itu, RD Kongo kemungkinan besar bermain bertahan dan mengandalkan serangan balasan, tapi pertahanan Inggris (Pickford, Stones, dll.) sulit ditembus. Adapun Inggris memiliki motivasi kuat seiring prinsip mereka: "bring it home" setelah gagal di final Euro sebelumnya.

Namun, sepakbola tetap menyisakan sisi kejutan dan ini bisa saja terjadi pada Kongo. Mereka bisa memanfaatkan kelelahan Inggris atau momen kelelahan fisik di cuaca Atlanta. Set-piece atau kesalahan individu bisa jadi senjata Leopards.

Bagi RD Kongo, mencapai babak 32 besar saja sudah menjadi sejarah, dan mereka bisa bermain tanpa beban untuk mengganggu ritme favorit. Pertandingan ini menjadi ujian awal bagi Inggris menuju gelar juara dunia pertama sejak 1966.

Prakiraan Unhas TV, Inggris menang dengan skor nyaman 2-0 atau 3-1 jika bermain sesuai standar.(*)