LONDON, UNHAS.TV - Gabriel Jesus dan Viktor Gyokeres sama-sama mencatatkan nama di papan skor saat Arsenal menaklukkan Inter Milan 3–1 di Stadion San Siro, Rabu (21/1/2026) dini hari.
Namun, statistik pertandingan menunjukkan perbedaan mencolok yang berpotensi memengaruhi keputusan Mikel Arteta dalam menentukan penyerang utama Arsenal saat menghadapi Manchester United pada laga krusial akhir pekan ini.
Kemenangan Arsenal atas wakil Serie A itu ditentukan oleh penampilan gemilang Gabriel Jesus di babak pertama.
Penyerang asal Brasil tersebut mencetak dua gol dari dua percobaan tembakan, sekaligus menjadi motor serangan The Gunners sepanjang 75 menit berada di lapangan.
Brace itu datang di saat persaingan lini depan Arsenal memanas, menyusul performa Viktor Gyokeres yang belakangan disorot.
Gyokeres, yang didatangkan Arsenal dengan nilai transfer 63,5 juta pound sterling, memulai laga dari bangku cadangan.
Ia baru masuk pada 15 menit terakhir, namun mampu mencetak gol indah melalui sepakan melengkung ke sudut atas gawang Inter.
Gol tersebut meredam kritik atas catatan satu gol dalam sepuluh pertandingan terakhirnya bersama Arsenal.
Meski sama-sama mencetak gol, kontribusi keduanya di San Siro memperlihatkan kontras yang tajam.
Jesus mencatatkan total 28 sentuhan, memenangkan empat duel, serta menciptakan dua peluang bagi rekan setimnya.

Statistik Gabriel Jesus
Ia juga mencatatkan expected goals (xG) sebesar 1,29, mencerminkan kualitas dan posisi peluang yang ia dapatkan.
Selain tajam di depan gawang, Jesus turut berperan dalam fase build-up. Ia membuat sepuluh umpan sukses ke area pertahanan lawan dan aktif bergerak membuka ruang.
Heat map Jesus menunjukkan pergerakan yang dinamis: masuk ke kanal sayap, turun menjemput bola, dan menjelajah area luas di sepertiga akhir lapangan.
Sebaliknya, Gyokeres mencatatkan delapan sentuhan selama berada di lapangan, memenangkan satu duel, dan melepaskan dua tembakan.
Nilai xG-nya hanya 0,2, dengan gol tercipta dari tembakan jarak jauh. Ia hanya melakukan dua carry dan dua umpan ke area pertahanan lawan—angka yang jauh di bawah catatan Jesus.

Statistik Viktor Gyokeres
Perbedaan tersebut juga tampak pada peta panas pergerakan. Gyokeres cenderung bertahan di area sentral, berfungsi sebagai target man yang menunggu suplai bola. Peran ini kontras dengan gaya Jesus yang lebih cair dan terlibat dalam berbagai fase permainan.
Konteks waktu bermain memang perlu diperhitungkan. Gyokeres hanya tampil selama 15 menit, jauh lebih singkat dibandingkan Jesus.
Namun, efektivitas dan pengaruh Jesus selama berada di lapangan dinilai signifikan, terlebih ia memaksimalkan setiap peluang yang dimiliki.
Situasi ini memperumit pilihan Arteta jelang laga melawan Manchester United. Kebangkitan Jesus menghadirkan kompetisi internal yang ketat di lini depan.
Gyokeres telah menjadi starter dalam delapan pertandingan terakhir Arsenal di Liga Inggris dan saat ini tercatat sebagai top skor tim di liga dengan lima gol.
Arteta dihadapkan pada dilema taktis: mempertahankan Gyokeres yang produktif di liga atau memberi kesempatan kepada Jesus yang menunjukkan performa menyeluruh dan efisiensi tinggi di laga besar Eropa.
Menghadapi United, yang dikenal agresif di lini tengah dan transisi cepat, kemampuan Jesus dalam menekan, bergerak antar lini, dan berkontribusi defensif bisa menjadi nilai tambah.
Dengan jadwal padat dan tekanan hasil, keputusan siapa yang akan menjadi ujung tombak Arsenal akan menjadi sorotan.
Statistik dari San Siro memberi sinyal jelas: Gabriel Jesus tengah berada di momentum terbaiknya—dan siap menantang status starter Viktor Gyokeres. (*)
Top Gun Arsenal antara Gabriel Jesus atau Gyokeres jelang laga versus Man United di Liga Inggris. (the sun)








