News
Sport

Juara Baru! Tenis IKA Unhas Juarai Turnamen Tenis Antar Alumni Perguruan Tinggi se-Indonesia XVI di Jambi 2026

Tim Tenis IKA Unhas, yang diwakili drg Andi Tajrin, menerima piala sebagai juara kompetisi tenis antar alumi perguruan tinggi se-Indonesia, tahun 2026

JAMBI, UNHAS.TV - Tenis Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin ( Tenis IKA Unhas) mencatat sejarah baru dengan tampil sebagai Juara Umum Turnamen Tenis Antar Alumni Perguruan Tinggi (ATAPI) XVI Tahun 2026 setelah mengalahkan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA UGM) pada partai final yang berlangsung di Universitas Jambi, Minggu (26/7/2026).

Prestasi ini menjadi semakin istimewa karena merupakan keikutsertaan perdana IKA Unhas dalam turnamen tenis antaralumni perguruan tinggi tingkat nasional tersebut, namun langsung berhasil merebut gelar juara sekaligus membawa pulang Piala Bergilir ATAPI XVI.

Turnamen bergengsi yang diselenggarakan oleh Asosiasi Tenis Alumni Perguruan Tinggi Indonesia (ATAPI) bekerja sama dengan Universitas Jambi ini berlangsung pada 24–26 Juli 2026 dan diikuti sekitar 330 peserta dari 16 kontingen ikatan alumni perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Jambi, Al Haris, yang menegaskan pentingnya olahraga sebagai media untuk mempererat persaudaraan, memperluas jejaring, dan memperkuat kolaborasi antarsesama alumni perguruan tinggi.

Penutupan turnamen dilakukan oleh Wakil Menteri Hukum Republik Indonesia, Prof. Dr. Edward Omar Sharif Hiariej, sedangkan penyerahan Piala Bergilir dilakukan oleh Ketua ATAPI, Prof. Jafar Hafsah, yang juga merupakan alumni Universitas Hasanuddin.

Turnamen mempertandingkan beberapa kategori, yaitu kelompok umur 60 tahun, kelompok umur 50 tahun, kelompok umur 40 tahun, ganda campuran (mixed doubles), dan kategori bebas atau prestasi.

Seluruh pertandingan berlangsung dalam suasana kompetitif namun tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas, persahabatan, dan kekeluargaan antaralumni perguruan tinggi di Indonesia.

Keberhasilan IKA Unhas meraih gelar juara tidak diperoleh dengan mudah. Tim yang dipimpin oleh Dr. drg. Andi Tajrin, Sp.B.M.M., selaku manajer sekaligus pemain, berhasil melewati seluruh tahapan kompetisi dengan hasil sempurna.

Sejak babak penyisihan hingga partai final, IKA Unhas selalu tampil dominan dengan menyingkirkan sejumlah tim kuat, termasuk Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Yogyakarta, sebelum akhirnya bertemu KAGAMA UGM, juara bertahan, di partai puncak.

Pada laga final, IKA Unhas berhasil menundukkan tim KAGAMA UGM yang diperkuat sejumlah petenis berpengalaman, termasuk Wakil Menteri Hukum Republik Indonesia, Prof. Dr. Edward Omar Sharif Hiariej, yang dikenal sebagai salah satu petenis andalan alumni UGM.

Pertandingan berlangsung sengit dan menarik, dan tidak mudah mencuri poin dari beliau dan pasanganya yang sangat ketat, komentar pasangan unhas Nasruddin dan Firly yang menjadi lawan Prof Edy di kelompok umur 50 tahun partai kedua.

Namun keberuntungan dan semangat juang pasangan unhas dapat mencuri poin serta kekompakan tim IKA Unhas secara keseluruhan mampu mengantarkan mereka keluar sebagai kampiun.



Manajer Tim IKA Unhas, Dr. drg. Andi Tajrin, Sp.B.M.M., mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, kemenangan ini membuktikan bahwa IKA Unhas mampu bersaing dengan organisasi alumni perguruan tinggi terbaik di Indonesia meskipun baru pertama kali mengikuti ajang tersebut.

"Yang kami kalahkan adalah UGM sebagai salah satu tim langganan juara dan merupakan peringkat kedua tahun lalu sebagai juara bertahan. Salah satu pemainnya adalah Wakil Menteri Hukum, Prof. Eddy Hiariej yang sangat sulit untuk dikalahkan mengingat pengalaman dan mental beliau menjadi inspirasi di Tim UGM," kata Andi Tajrin.

"Kami datang sebagai kekuatan baru dengan semangat 'Pendatang Baru, Juara Baru, Ewako–Pakalako!'. Alhamdulillah, semangat kebersamaan dan kerja keras, dan pantang menyerah dan gentar seluruh pemain membawa kami menjadi juara," lanjutnya.

Direktur Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Universitas Hasanuddin (RSGM Unhas) tersebut juga menjelaskan bahwa tim Tenis IKA Unhas dibentuk melalui seleksi pemain yang mempertimbangkan kemampuan teknis dan pengalaman bertanding.

"Kami membawa pemain-pemain terbaik dari berbagai fakultas di Universitas Hasanuddin. Standar permainan mereka berada di atas rata-rata, sehingga setiap pemain memiliki peluang besar menyumbangkan poin kemenangan bagi tim. Kekompakan, strategi, dan semangat kekeluargaan menjadi kekuatan utama kami," tambahnya.

Tim IKA Unhas diperkuat oleh 17 alumni dari berbagai fakultas, yaitu Mashur Naufal Hamid, Muhammad Waiz Al Karni Jabbar, M. Azwar Haslip, Achmad Junaedy, drg. Akbar Insan, Refka Afrizal, drg. Adam Malik Hamudeng, Ely Putri Jamila Darsyam, Hj. Tenriwaru, Nasruddin N. Aslam, dan drg. Andi Tajrin.

Anggota tim lainnya adalah Muhammad Ilham, Chrincensius Linthin, dr. Adnan, Qamariah Ferly Montolalu, Mushawwir Razak, dan Samuel Kassa Bone. Mereka mewakili Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Teknik, Pertanian, Kedokteran Gigi, Peternakan, Hukum, Kedokteran, dan Keperawatan.

Keberhasilan ini menjadi tonggak sejarah bagi IKA Unhas. Pada keikutsertaan pertamanya di ajang yang telah diselenggarakan selama enam belas tahun tersebut, IKA Unhas langsung berhasil menembus podium tertinggi sekaligus merebut Piala Bergilir.

Prestasi ini menunjukkan bahwa alumni Universitas Hasanuddin tidak hanya unggul dalam dunia akademik dan profesi, tetapi juga memiliki semangat kompetisi, solidaritas, dan sportivitas yang tinggi di bidang olahraga.

Lebih dari sekadar kompetisi, Turnamen Tenis Antar Alumni Perguruan Tinggi merupakan wadah untuk mempererat silaturahmi, memperluas jejaring profesional, dan membangun kolaborasi antarsesama alumni perguruan tinggi di Indonesia.

Kemenangan IKA Unhas diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh alumni Universitas Hasanuddin untuk terus menjaga kekompakan, meningkatkan prestasi, dan berkontribusi bagi bangsa melalui berbagai bidang.

Dengan slogan "Pendatang Baru, Juara Baru, Ewako–Pakalako!", IKA Universitas Hasanuddin telah membuktikan bahwa semangat, kerja keras, dan kebersamaan mampu mengantarkan mereka menjadi kekuatan baru dalam dunia tenis antaralumni perguruan tinggi Indonesia, sekaligus mengharumkan nama Universitas Hasanuddin di tingkat nasional

Keberhasilan Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) meraih gelar juara pada Turnamen Tenis Antar Alumni Perguruan Tinggi (ATAPI) XVI Tahun 2026 merupakan buah dari soliditas tim yang didukung penuh oleh Ketua Umum IKA Universitas Hasanuddin dan Rektor Universitas Hasanuddin.

Sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan pertandingan, keduanya memberikan perhatian, motivasi, dan dukungan yang luar biasa sehingga tim dapat berangkat dengan semangat tinggi membawa nama baik almamater di tingkat nasional.

Dukungan tersebut kemudian diperkuat oleh partisipasi aktif sejumlah alumni Universitas Hasanuddin, di antaranya Wali Kota Tarakan dan Bupati Nunukan, yang turut membantu pemenuhan kebutuhan akomodasi dan transportasi tim.

Tidak kalah penting, penampilan para pemain dengan kostum khas Universitas Hasanuddin berwarna merah marun menjadi simbol keberanian, solidaritas, dan semangat "Ewako" yang telah lama menjadi identitas alumni Unhas—berani menghadapi tantangan, pantang menyerah, dan menjunjung tinggi sportivitas.

Sinergi antara pimpinan universitas, pengurus IKA, dan para alumni dari berbagai daerah inilah yang menjadi kekuatan utama sehingga IKA Unhas mampu mencatat sejarah sebagai pendatang baru yang langsung tampil sebagai juara nasional sekaligus membawa pulang Piala Bergilir ATAPI XVI.