MAKASSAR, UNHAS.TV - Jutaan rakyat Amerika Serikat yang jengkel dengan keterlibatan negaranya di perang melawan Iran, turun ke jalan untuk berunjuk rasa. Mereka mengusung desakan agar Presiden Donald Trump menghentikan perang tersebut karena dipandang hanya menyengsarakan Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya.
Unjuk rasa dengan narasi "No Kings" itu terjadi di sejumlah wilayah. Narasi "No Kings" ini untuk menegaskan bahwa Amerika Serikat adalah negara demokrasi dan bukan kerajaan sehingga Donald Trump tidak boleh sebebasnya bertindak atas nama bangsa Amerika Serikat.
Khusus di Kota New York, ribuan orang berkumpul di Times Square dan berpawai sambil meneriakkan agar lembaga ICE atau US Immigration aand Customs Enforcement (ICE) segera keluar dari wilayah New York.
ICE adalah lembaga federal yang penegakan hukum terkait imigrasi dan beacukai. Lembaga yang memiliki kekuatan paksa untuk mendeportasi dan mengusir seseorang ini dinilai sudah bertindak di luar wilayah tugasnya.
"ICE Must Go. Whole Trummp Fascist Regime Must Go Now!" demikian salah satu bunyi spanduk yang dibawa warga.
Unjuk rasa dengan jumlah peserta terbanyak juga terlihat di Boston, Mereka berteriak "No Kings" di sela-sela unjuk rasa itu. Ini merupakan salah satu unjuk rasa dengan peserta terbanyak dalam sejarah Amerika Serikat.
Unjuk rasa serupa juga berlangsung di Ocean Beach, Kota San Fransisco, California. Warga berkumpul di pinggir pantai sambil membentuk formasi bertuliskan "Trump Must Go Now. No ICE, No Wars, Ni Lies, No Kings".
Ribuan orang juga terlihat bergerak bersama menuju Ibukota Minnesota. Mereka mendesak Trump untuk segera menghentikan tindakannya yang dinilai hanya membawa Amerika Serikat ke posisi yang lebih buruk.
Unjuk rasa itu tidak hanya diikuti warga biasa. Penyenyi legendaris, Bruce Spingsteen tampil di hadapan puluhan ribu warga Minneapolis untuk menyatakan dukungannya.
Aktor Robert De Niro juga terlihat ikut berjalan bersama warga. Ia hadir bersama dengan Jaksa Agung Leticia James dan Pendeta Al Sharpton dan berjalan menuju 7th Avenue di Manhattan.
Unjuk rasa ini menjadi pukulan berat untuk Presiden Donald Trump. Alih-alih menghimpun kekuatan warga Iran untuk menjatuhkan rezim di Iran, justru penolakan datang dari bangsa Amerika Serikat.(*)








