MAKASSAR, UNHAS.TV - KFC, jaringan restoran cepat saji yang sebelumnya dikenal sebagai Kentucky Fried Chicken, akan memindahkan kantor pusat perusahaannya di AS dari Louisville di Kentucky ke Plano di Texas.
Demikian isi siaran pers dari Yum Brands, induk dari perusahaan yang mengelola KFC, Pizza Hut, Taco Bell, dan Habit Burger & Grill. Pemindahan itu akan diikuti dengan pemindahan sekitar 100 karyawan perusahaan dan puluhan pekerja jarak jauh lainnya. Mereka yang dipindahkan akan mendapatkan fasilitas dukungan.
Keputusan Yum Brands merupakan bagian dari rencana manajemen untuk memiliki dua kantor pusat. KFC dan Pizza Hut akan berkantor pusat di Plano, sementara Taco Bell dan Habit Burger & Grill akan tetap di Irvine, California.
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak perusahaan telah pindah ke Texas karena tertarik dengan pajak yang lebih rendah dan kebijakan yang menguntungkan bisnis di negara bagian tersebut.
Gubernur negara bagian Kentucky, Andy Beshea, mengkritik langkah pemindahan kantor pusat KFC. "Saya kecewa dengan keputusan ini dan yakin pendiri perusahaan juga akan kecewa," kata Beshear. Andy Beshea menyebutkan, Kentucky adalah bagian dari sejarah KFC dan sudah menjadi warisan dan budaya negara Kentucky
Sejarah KFC di negara bagian ini berawal dari tahun 1930-an, ketika pendirinya Kolonel Harland Sanders mulai menjual ayam goreng di sebuah stasiun layanan di Corbin.
Saat ini, wajah Sanders terpampang di etalase lebih dari 24.000 restoran KFC di lebih dari 145 negara dan wilayah di seluruh dunia.
Sejak pandemi, banyak perusahaan AS telah memindahkan kantor pusat mereka. Menurut sebuah laporan oleh perusahaan jasa real estat CBRE, Austin dan kota-kota Texas lainnya telah sangat sukses karena lingkungan negara bagian yang ramah bisnis.(*)