MAKASSAR, UNHAS.TV - Pesawat jet tempur F-35C yang berpangkalan di kapal induk milik AS, The USS Abraham Lincoln, berhasil menembak drone milik Iran yang dicurigai mengintai perjalanan pesawat perang tersebut.
Penembakan terjadi setelah pihak AS menilai drone itu mendekat terlalu dekat dengan kapal itu. Penembakan ini dilakukan beberapa jam sebelum dua kapal bersenjata yang dikendalikan Korps Penjaga Revolusi Islam Iran mendekati kapal kanter berbendera AS yang melintasi Selat Hormuz.
Juru Bicara Komando Pusat AS, Kapten Tim Hawkins, mengatakan, penembakan drone terjadi sekitar 500 mil laut dari garis pantai selatan Iran. "Drone itu melayang terlalu dekat padahal kapal kami berada di perairan internasional. Pesawat kami harus menembak demi melindungi kapal tersebut," kata Tim Hawkins.
"Tidak ada awak kapal yang terluka selama kejadian itu dan tidak ada bagian kapal yang rusak," tambah Tim Hawkins.
Kantor Berita Agensi Berita Tasnim milik Iran juga melaporkan kejadian itu. Drone tersebut terbang untuk pengintaian dan perekaman di wilayah perairan internasional Laut Arab.
Beberapa jam kemudian, dua kapal perang bersenjata milik Iran mendekati M/V Stena Imperative, kapal tanker kimia berbendera AS. Hawkins menyebutkan, kapal tersebut melintas tiga kali pada kecepatan tinggi dan satu drone ikut terbang di atas kapal tanker.
"Pihak Iran melakukan panggilan radio dan mengancam kapal tanker itu. Padahal ini adalah wilayah perairan internasional," katanya.
Ancaman baru berakhir ketika kapal perusak USS McFaul datang mengawal kapal tanker itu untuk menjauh dari jangkauan kapal Iran. "Sikap Iran sangat tidak profesional dan berusaha menekan. Ini bisa meningkatkan risko tak terhitung dan kami tidak akan menolerir kejadian itu," ujarnya.
Sepekan sebelumnya, Iran memperlihatkan rekaman drone di atas kapal induk AS dan menyatakan bahwa mereka bisa mendekati kapal itu tanpa bisa terlacak. Ini adalah pesan khusus Iran agar AS jangan coba-coba mendekati Iran untuk melakukan serangan.(*)








