Nasional
Pendidikan

Kementerian ESDM Gandeng FT Unhas Susun Standardisasi Jabatan Pengawas Pertambangan

PENGAWAS PERTAMBANGAN - FT Unhas menerima kunjungan delegasi Kementerian ESDM terkait kerja sama penyusunan soal Seleksi Nasional Jabatan Fungsional Pengawas Pertambangan di Center of Technology Kampus FT Unhas Gowa, Kamis (2/7/2026). (Dok FT Unhas)

GOWA, UNHAS.TV - Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (FT Unhas) menerima kunjungan Sekretariat Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Sekjen Kementerian ESDM) Republik Indonesia di Center of Technology Kampus FT Unhas Gowa, Kamis (2/7/2026).

Kehadiran Delegasi Kementerian ESDM untuk melakukan kerja sama penyusunan naskah soal Seleksi Nasional Jabatan Fungsional Pengawas Pertambangan.

Hadir dalam pertemuan tersebut wakil Kementerian ESDM terdiri atas Cassina Nova S., Ade Riska Ameliya, Brigitta Isworo Wulan, dan Muztafidatun Nihayah. Mereka diterima Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi, dan Alumni FT Unhas, Prof. Ir. Muhammad Bachtiar Nappu ST MT PhD.

Kerja sama ini menempatkan FT Unhas sebagai mitra penyusun 700 butir soal berbasis Computer Assisted Test atau CAT.

Soal tersebut akan digunakan dalam Seleksi Kompetensi Bidang Calon Pegawai Negeri Sipil serta Seleksi Kompetensi Teknis Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja di lingkungan Kementerian ESDM.

Naskah soal akan difokuskan pada bidang pengusahaan dan pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan. Materinya disusun secara lintas disiplin dengan melibatkan rumpun keilmuan Teknik Material, Geodesi atau Geomatika, serta Ekonomi Tambang.

Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan instrumen seleksi yang sesuai dengan kebutuhan pengawasan pertambangan modern.

Prof. Bachtiar Nappu mengatakan penyusunan soal tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia di sektor pertambangan. Menurut dia, seleksi yang baik akan menentukan mutu aparatur yang bertugas mengawasi kegiatan pertambangan nasional.

“Melalui penyusunan soal yang komprehensif ini, kita sedang membangun fondasi pertambangan nasional yang lebih baik melalui seleksi pengawas pertambangan yang andal,” kata Bachtiar.

Ia menyatakan FT Unhas berkomitmen menyiapkan proposal teknis, linimasa pengerjaan, serta skema tata kelola keuangan yang akuntabel. Seluruh dokumen tersebut akan disusun sesuai target yang ditetapkan kementerian.

Untuk menjamin mutu akademik, FT Unhas menunjuk Prof Dr Ir Irzal Nur MT, akademisi senior Program Studi Teknik Pertambangan, sebagai Koordinator Penyusunan Naskah Soal. Tim ahli yang dibentuk akan memastikan setiap butir soal memenuhi standar validitas, reliabilitas, dan objektivitas.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas sejumlah hal teknis. Pembahasan meliputi target proposal biaya, jadwal pengerjaan, pembentukan tim ahli, serta mekanisme pembayaran melalui skema swakelola.

Draf teknis ditargetkan rampung paling lambat 9 Juli 2026 agar dapat memenuhi jadwal integrasi bank soal nasional oleh Badan Kepegawaian Negara.

Kepercayaan kepada FT Unhas ini dinilai sebagai pengakuan terhadap kapasitas akademik dan riset kampus. Melalui penyusunan instrumen seleksi berbasis keilmuan, Kementerian ESDM berharap dapat menjaring aparatur pengawas pertambangan yang memiliki kompetensi teknis dan mampu beradaptasi dengan perkembangan industri.

Penguatan seleksi pengawas pertambangan juga menjadi bagian dari upaya memperbaiki tata kelola sumber daya alam. Dengan pengawasan yang lebih baik, sektor pertambangan diharapkan berjalan sesuai regulasi dan memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat. (*)