JAKARTA, UNHAS.TV - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tidak mengalami kenaikan meskipun ada isu kenaikan biaya kemasan plastik dan logistik.
Amran menyatakan hal itu saat meninjau pasokan beras di Gudang Bulog Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026). Ia menekankan bahwa pemerintah sengaja mempertahankan harga beras SPHP sebagai penyeimbang agar tidak terjadi lonjakan harga di tingkat konsumen.
"Ada namanya SPHP, itu harga beras yang ditentukan harganya untuk penyeimbang kalau ada yang mau menaikkan harga. Nah, SPHP kita tidak naikkan, tetap harganya seperti sekarang," kata Amran di Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Menurut Amran, harga beras SPHP tetap dijaga stabil dan tidak akan dinaikkan. Selain itu, pemerintah juga mempertahankan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras SPHP guna menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan eksternal seperti kenaikan harga minyak dan plastik.
Berdasarkan Keputusan Kepala Bapanas Nomor 34 Tahun 2026, masyarakat kini dapat membeli beras SPHP dengan pembatasan maksimal 5 pak kemasan 5 kilogram (total 25 kg) per orang. Kebijakan ini bertujuan mencegah distorsi pasar sekaligus memastikan distribusi yang lebih merata.
"Ini dibatasi karena ini adalah subsidi pemerintah supaya jadi penyeimbang. Jadi ini pasti menurunkan harga. Kalau tidak dibatasi (bisa) diborong 1 truk, (lalu) dijual kembali," sebut Amran.
Harga beras SPHP di tingkat konsumen tetap mengikuti ketentuan sebelumnya, yakni sekitar Rp12.500 per kg (tergantung wilayah). Pemerintah memastikan stok beras nasional aman dan distribusi SPHP akan terus digencarkan untuk menjaga stabilitas harga pangan.
Amran juga menambahkan bahwa sidak langsung ke pasar dan gudang Bulog menunjukkan harga beras secara nasional relatif stabil, dengan banyak daerah bahkan mengalami penurunan harga.
Dari sisi penyaluran, realisasi distribusi beras SPHP sepanjang Maret 2026 tercatat mencapai 70,01 ribu ton. Sementara itu, hingga 23 April 2026, realisasi penyaluran sudah mencapai 69,85 ribu ton atau hampir 99,77% dari capaian bulan Maret, menunjukkan distribusi mulai bergerak lebih cepat.
Program SPHP beras 2026 secara keseluruhan dimulai pada Maret 2026 dengan target distribusi 828 ribu ton sepanjang tahun dan didukung anggaran subsidi harga sebesar Rp4,97 triliun. Penyaluran difokuskan pada wilayah non-sentra produksi dan non-panen raya untuk menjaga stabilitas harga nasional.(*)
-300x193.webp)




_1-300x174.webp)


