Internasional

Kepala Intelijen Iran Terbunuh

MAKASSAR, UNHAS.TV - Pemerintah Republik Islam Iran memastikan kepala intelijennya, Mayor Jenderal Majid Khademi, terbunuh pada Senin pagi melalui serangan yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat.

Serangan tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi ultimatum kepada Iran untuk kembali membuka Selat Hormuz paling lambat pada Selasa pekan ini.

"Hari Selasa akan jadi Hari (penghancuran) Pembangkit Listrik dan Hari (penghancuran) Jembatan, semuanya akan dihancurkan dan tidak ada lagi seperti itu," ujar Trump.

Serangan tersebut juga sebagai serangan balasan atas tindakan Iran yang menewaskan sejumlah tentara AS yang hendak menyelamatkan pilot yang terhempas dari pesawat yang ditembak oleh tentara pertahanan udara Iran.

Iran yang menanggapi ancaman Trump menyatakan tidak gentar sedikit pun atas apapun bentuk ancaman itu. Iran malah terus menggempur titik-titk fasilitas militer milik Israel dan Amerika Serikat di Uni Arab Emirate, dan Arab Saudi.

Adapun pihak IDR sudah mengeluarkan pernyataan bahwa mereka berada di balik serangan yang menewaskan Majid Khademi. Majid terpilih sebagai kepala intelijen empat hari setelah Mohammad Kazemi terbunuh pada satu serangan yang dilancarkan Israel pada 15 Juni 2025.(*)