Sport

Kobbie Mainoo Antar MU ke Liga Champions, Old Trafford Beri Tepuk Tangan untuk Ferguson



GANDAKAN SKOR - Striker jangkung Man United Benjamin Sesko menggandakan keunggulan membawa United unggul 2-0 dalam 15 menit atas Liverpool, Minggu (3/5/2026) malam. (The Sun/Alamy)


Babak kedua menghadirkan tekanan besar bagi United. Keunggulan dua gol yang tampak nyaman lenyap hanya dalam sebelas menit setelah turun minum. Dua kesalahan sendiri menjadi pangkal masalah.

Amad, yang masuk sebagai pemain pengganti menggantikan Sesko, melakukan umpan ceroboh. Bola direbut Dominik Szoboszlai, yang kemudian menyelesaikan serangan balik cepat dengan tembakan mendatar ke pojok kanan bawah gawang.

Kesalahan kedua datang dari kiper Senne Lammens. Ia mencoba membangun serangan dari belakang, tetapi umpannya kepada Casemiro terlalu berisiko. Alexis Mac Allister membaca arah bola, lalu mengirimkan umpan kepada Szoboszlai.

Gelandang Liverpool itu kemudian menyiapkan bola untuk Cody Gakpo, yang mencetak gol penyama kedudukan. Skor 2-2. Dalam sekejap, Old Trafford berubah dari percaya diri menjadi cemas.

Liverpool setelah itu terlihat lebih hidup. Tekanan dari tim tamu meningkat, sementara pendukung Liverpool mulai menemukan suara. Sebaliknya, suporter United yang sebelumnya mengejek pendukung lawan mulai merasakan ketegangan.

Lammens sempat menebus kesalahannya dengan menyapu bola dalam kemelut di depan gawang, tetapi Liverpool tampak lebih mungkin mencetak gol ketiga.

Di tengah tekanan itu, Mainoo muncul. Liverpool gagal menyapu bola dengan sempurna dari area pertahanan sendiri. Mainoo menyambar kesempatan itu dan menghantam bola ke sudut gawang.

Gol tersebut mengembalikan keunggulan United sekaligus mengubah lagi suasana Old Trafford. Pendukung tuan rumah kembali bergemuruh, merayakan pemain muda yang dianggap mewakili identitas klub.

Pertandingan juga diwarnai sejumlah keputusan wasit Darren England yang memicu protes dari kubu United. Para pemain, staf, dan pendukung merasa sejumlah pelanggaran tidak diberikan.

Sesko sempat terdorong ke area tepi lapangan oleh Ibrahima Konate, namun tidak mendapat tendangan bebas. Di sisi lain, Alexis Mac Allister dinilai mendapatkan toleransi lebih dalam beberapa duel.

Meski demikian, fokus utama tetap tertuju pada kemenangan United. Carrick dinilai kembali tepat dalam menentukan susunan pemain.

Empat rekrutan musim panas tampil sejak awal, dan beberapa di antaranya memberikan kontribusi penting. Sesko mencetak gol, Cunha membuka keunggulan, sementara Mainoo menjadi penentu pada saat United berada dalam tekanan.

Bagi Liverpool, kekalahan ini memperpanjang rasa frustrasi. Respons mereka pada babak kedua menunjukkan Arne Slot masih dapat menghidupkan daya juang skuadnya. Namun, itu tidak cukup untuk menutup lubang yang muncul pada babak pertama.

Sekitar 3.000 pendukung Liverpool yang hadir di Old Trafford harus pulang dengan kekecewaan, setelah menyaksikan timnya bangkit tetapi gagal membawa pulang poin.

Kemenangan ini menjadi pernyataan penting bagi United. Mereka tidak hanya mengalahkan rival historis, tetapi juga memastikan langkah kembali ke panggung Liga Champions.

Bagi Mainoo, malam itu menjadi penanda kedewasaan. Setelah kontrak baru dan pujian sebagai pemain yang mencerminkan karakter klub, ia memberikan jawaban paling nyata: gol kemenangan di laga terbesar.

Di Old Trafford, nama Mainoo kembali berkumandang. United merayakan tiket Eropa, mengalahkan Liverpool, dan mendoakan Ferguson yang sedang tidak sehat. Mainoo menjadi wajah baru dari keberanian lama Manchester United. (*)