
Sanchi Darvis, Konsul Jenderal Australia di Makassar. (Unhas TV/Mustika Syaharuddin)
Sementara itu, Konsul Jenderal Australia di Makassar, Sanchi Darvis, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut membuka peluang kerja sama dalam berbagai bidang, khususnya transportasi dan riset.
Menurut Sanchi, pertemuan tersebut mempertemukan berbagai pihak yang memiliki potensi untuk melanjutkan hubungan kerja sama pada masa mendatang.
“Saya sangat senang dapat mengikuti kegiatan hari ini dan saya melihat ada banyak kesempatan untuk kerja sama di masa depan, terutama dalam bidang transportasi dan riset,” ujar Sanchi.
Ia berharap pertemuan tersebut dapat menjadi ruang untuk memperkuat hubungan dan membangun kerja sama secara berkelanjutan.
“Saya bertemu dengan banyak orang yang saya harapkan dapat terus melanjutkan pertemuan dan kerja sama ke depannya,” tambahnya.
Sanchi juga menyampaikan bahwa Australia telah memiliki jejaring kerja sama dengan BRIN dan berharap kolaborasi tersebut dapat terus dikembangkan.
“Sampai saat ini Australia bekerja sama dengan BRIN melalui berbagai koneksi, dan saya berharap hal tersebut dapat berlanjut pada masa depan,” jelasnya.
Menurutnya, kawasan Indonesia Timur memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan melalui kerja sama riset. “Khususnya di kawasan Indonesia Timur, terdapat banyak potensi untuk kerja sama,” ujarnya.
Temu Bisnis Industri Berbasis Riset dan Inovasi 2026 menjadi ruang pertemuan antara akademisi, lembaga riset, industri, serta mitra internasional untuk membahas peluang pengembangan inovasi berbasis penelitian.
Melalui kegiatan ini, Universitas Hasanuddin dan BRIN membuka ruang komunikasi dengan berbagai pihak dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi.
Kehadiran perwakilan konsuler Filipina dan Australia dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring kolaborasi internasional serta membuka peluang pengembangan kerja sama di bidang riset dan inovasi.
(Mustika Syaharuddin / Unhas TV)








