Kesehatan
Pendidikan
Sosial

Konsultasi Hasil MCU Faperta Unhas Dorong Kesadaran Hidup Sehat

Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi, dan Alumni Fakultas Pertanian Unhas, Prof Dr Ir Tutik Kuswinanti MSc. (Unhas TV/Venny Septiani)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin menggelar konsultasi hasil medical check up atau MCU di Aula Fakultas Pertanian Unhas, Selasa (15/4/2026).

Kegiatan ini menjadi tindak lanjut pemeriksaan kesehatan bagi dosen dan tenaga kependidikan, sekaligus sarana edukasi untuk memahami kondisi kesehatan masing-masing secara lebih menyeluruh.

Konsultasi MCU itu menghadirkan dokter spesialis gizi klinik RSP Unhas yang juga dosen FK Unhas, Dr dr Andi Yasmin Syauki MSc SpGK(K) MHPE.

Peserta yang terdiri atas pimpinan fakultas, dosen, dan tenaga kependidikan memanfaatkan forum tersebut untuk membahas hasil pemeriksaan, mulai dari temuan yang masih dalam batas normal hingga kondisi yang memerlukan perhatian lebih lanjut.

Dalam sesi konsultasi, peserta memperoleh penjelasan mengenai hasil MCU sekaligus saran penanganan awal.

Bagi peserta yang membutuhkan tindak lanjut, tim medis juga mengarahkan rujukan ke Poli MCU Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin.

Pemilihan dokter spesialis gizi klinik dalam kegiatan ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, persoalan kesehatan yang paling banyak ditemukan berkaitan dengan aspek gizi.

Karena itu, jenis spesialis yang dilibatkan dalam konsultasi disesuaikan dengan kebutuhan dan temuan kesehatan di masing-masing unit kerja di lingkungan Unhas.

Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi, dan Alumni Fakultas Pertanian Unhas, Prof Dr Ir Tutik Kuswinanti MSc menyambut baik kegiatan tersebut.

Ia menilai program MCU sangat membantu civitas akademika, khususnya dosen, yang sebagian besar sudah berada pada kelompok usia yang memerlukan pemantauan kesehatan lebih rutin.

Menurut Tutik, program MCU tahun ini juga dinilai lebih lengkap karena mencakup pemeriksaan tambahan, seperti USG, pemeriksaan mata, dan kesehatan jiwa.

Ia mengatakan, kehadiran sesi analisis hasil membuat peserta tidak hanya menerima data pemeriksaan, tetapi juga memahami langkah yang perlu dilakukan setelahnya.

“Dengan adanya konsultasi ini, hasil yang kami peroleh bisa langsung ditindaklanjuti. Jadi kami tidak berhenti hanya pada menerima laporan pemeriksaan, tetapi juga mendapat arahan yang jelas dari dokter,” kata Tutik.

Ia menambahkan, perhatian terhadap kesehatan dosen dan tenaga kependidikan pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan kinerja. Menurut dia, tubuh yang lebih sehat akan mendukung produktivitas kerja dan kualitas layanan akademik di lingkungan fakultas.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Pertanian Unhas berharap kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin semakin meningkat.

Hasil MCU tidak hanya dipandang sebagai catatan medis, melainkan menjadi dasar untuk memperbaiki pola hidup, menjaga kebugaran, dan membangun budaya kerja yang lebih sehat di lingkungan kampus.

(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)