Pendidikan

Kontribusi Strategis FKM Unhas dalam Merumuskan Paradigma Literasi Kesehatan Global

Delegasi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin berpose di depan backdrop The 11th AHLA International Health Literacy Conference bertema “Health Literacy and AI for Healthy World” di Taiwan, Senin (24/11/2025). Delegasi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin berpose di depan backdrop The 11th AHLA International Health Literacy Conference bertema “Health Literacy and AI for Healthy World” di Taiwan, Senin (24/11/2025).

TAIWAN, UNHAS.TV- Dalam perhelatan akademik tingkat dunia yang tak terhindarkan, kapasitas intelektual suatu bangsa diuji melalui kontribusinya dalam diskursus ilmiah internasional. Universitas Hasanuddin (Unhas), melalui Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), sekali lagi menegaskan posisi strategisnya dalam peta ilmu pengetahuan regional dan global, khususnya dalam isu krusial Literasi Kesehatan (Health Literacy).

FKM Unhas saat ini tengah berpartisipasi aktif dalam 11th Asian Health Literacy Association (AHLA) Conference, yang diselenggarakan di Taichung, Taiwan. Konferensi ini, yang menjadi barometer perkembangan konsep dan aplikasi literasi kesehatan, mempertemukan para akademisi, peneliti, dan praktisi dari spektrum geografis yang luas, mencakup negara-negara di Asia dan Eropa.

Representasi Intelektual dan Arah Riset Kunci

Partisipasi Unhas pada 11th AHLA Conference bukanlah sekadar kehadiran simbolis, melainkan demonstrasi nyata dari kedalaman riset yang relevan dengan tantangan kesehatan kontemporer, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global. Delegasi Unhas, terdiri dari tiga dosen dan sepuluh mahasiswa (sembilan dari Konsentrasi Promosi Kesehatan Program Studi S2 Kesehatan Masyarakat dan satu dari Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat), membawa empat kontribusi ilmiah penting.

Tiga artikel yang diterima untuk dipresentasikan dalam Plenary Session menunjukkan pengakuan atas signifikansi temuan riset FKM Unhas:

Prof. Dr. dr. Suriah, SKM, M.Kes, mempresentasikan risetnya yang berjudul "Health Literacy to Stimulate the Intention of Prospective Brides in Stunting Prevention".

Karya ini sangat krusial bagi Indonesia yang tengah berjuang mencapai target penurunan prevalensi stunting nasional. Dengan memfokuskan pada literasi kesehatan calon ibu, riset ini menawarkan intervensi strategis di hulu, sejalan dengan Sustainable Development Goal (SDG) 3.2 (mengakhiri semua bentuk malnutrisi).

Dr. Shanti Riskiyani, SKM, M.Kes, memaparkan hasil studinya, "HIV Literacy and Social Support among High-risk Group in Makassar".

Presentasi ini menyoroti pentingnya pemahaman yang komprehensif tentang HIV/AIDS di kalangan kelompok berisiko tinggi. Riset ini tidak hanya berkontribusi pada upaya pengendalian epidemi di Makassar dan Indonesia tetapi juga memperkaya wacana global mengenai interaksi antara literasi kesehatan, dukungan sosial, dan kepatuhan pengobatan/pencegahan HIV.

Nurhaya Nurdin, mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat, menyumbangkan tinjauan literatur sistematis (Scoping Review) berjudul "A Scoping Review of Health Literacy Intervention for Informal Dementia Caregivers in Low and Middle Income Countries".

Berikan keterangan pada foto terlampir dengan singkat, padat dan jelas
Mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin berfoto bersama di depan Chung Shan Medical University Hospital, Taiwan, dalam rangka kunjungan akademik dan studi kolaboratif internasional, Senin (24/11/2025).


Tinjauan ini memiliki dampak signifikan bagi komunitas internasional, khususnya di negara berpendapatan rendah dan menengah (LMICs). Dengan meningkatnya populasi lansia global, beban perawatan demensia informal menjadi isu mendesak. Literasi kesehatan yang memadai bagi perawat informal adalah kunci untuk menjamin kualitas hidup pasien dan mencegah kelelahan perawat (caregiver burnout).

Satu artikel tambahan akan disajikan melalui Presentasi Poster, melengkapi kontribusi akademik FKM Unhas.

Momentum Strategis dan Dampak Lebih Lanjut

Konferensi ini berlangsung sejak tanggal 24 hingga 25 November di Chung Shan Medical University Hospital di Taichung. Partisipasi aktif FKM Unhas dalam forum ini memperkuat jejaring (networking) internasional, membuka peluang kolaborasi riset lintas batas negara, dan memastikan kurikulum serta arah riset di Unhas tetap relevan dengan tantangan kesehatan global.

Bagi Unhas, kontribusi ini menaikkan indeks reputasi akademik internasional dan memperkuat rekognisi sebagai World Class University yang risetnya berorientasi pada solusi isu-isu kemasyarakatan yang kompleks. Bagi Indonesia, hasil riset yang dipresentasikan dapat menjadi landasan kebijakan kesehatan berbasis bukti (evidence-based policy) yang lebih efektif, khususnya dalam mitigasi stunting dan penyakit menular.

Pada akhirnya, keterlibatan aktif ini adalah refleksi filosofi bahwa peningkatan literasi kesehatan adalah sebuah imperatif sipil, yang mana kemampuan individu untuk mengakses, memahami, menilai, dan menerapkan informasi kesehatan secara efektif merupakan fondasi esensial bagi masyarakat internasional yang tangguh (resilien) dan berdaya saing.(*)