Internasional

Lamine Yamal Picu Ketegangan antara Spanyol dan Israel

PALESTINA - Video dari kanal Youtube Barcelona FC memperlihatkan bendera Palestina dikibarkan oleh pendukung Barcelona. Foto: Tangkapan layar Youtube Barcelona FC

MAKASSAR, UNHAS.TV - Tindakan pemain sepakbola klub Barcelona FC, Lamine Yamal, yang mengibarkan bendera Palestina saat arak-arakan juara La Liga memicu perdebatan dan ketegangan sengit antara Spanyol dan Israel.

Bahkan setingkat menteri dan presiden pun terlibat adu argumen mengenai pengibaran bendera tersebut. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, melalui akun X @Israel_katz menulis, Lamine Yamal memilih melawan Israel dan memercikkan kebencian di saat pasukan Israel sedang berjuang melawan organisasi teroris Hamaz. 

Karena itu, Israel Katz mempertanyakan maksud Lamine Yamal mengibarkan bendera Israel. "Siapapun yang mendukung jenis pesan tersebut seharusnya menanyakan pada diri sendiri: apakah sudah mempertimbangkan sisi kemanusiaan? Apakah ini bermoral?"

"Sebagai Menteri Pertahanan Israel, saya tidak akan tinggaal diam menghadapi segala perlawanan terhadap Israel dan warga Yahudi. Saya sangat mengharapkan klub terhormat Barcelona mengambil jarak dari tindakan itu dan menegaskan pihaknya untuk tidak mendukung terorisme."

Lalu, apa tindakan Barcelona? Klub tersebut justru makin membuat Israel Katz berang. Melalui akun Youtube, kanal Barcelona FC memuat video pengibaran bendera Palestina oleh pendukung Barcelona.

Tidak hanya itu, Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez turut memberi tanggapan. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Lamine Yamal membuat bangsa Spanyol bangga kepadanya. 

"Apa yang dilakukan Yamal hanya ungkapan pribadinya yang juga dirasakan jutaan warga Spanyol. Siapapun pihak yang menyatakan seseorang yang mengibarkan bendera sebagai tindakan memicu kebencian justru adalah orang yang dibutakan oleh aibnya sendiri," ujar Pedro melalui akun X.

Tindakan Lamine Yamal mendapat sambutan hangat dari para pendukung Palestina. Mereka memuji keberaniaan Lamine Yamal untuk menyatakan sikapnya. Bagi pendukung Israel, tindakan Yamal justru dibenci.

Mereka menilai Yamal tidak jernih memandang situasi di Palestina dan lebih memilih tindakan Hamas yang melawan Israel. (*)