Ekonomi
Kuliner
Sulsel

Ludes dalam Satu Jam, Smutis Cake Jadi Primadona di Car Free Day Takalar

SMUTIS CAKE - Salah satu lapak di Car Free Day (CFD) Takalar yang paling ramai diserbu pengunjung adalah Smutis Cake. Tenan kue kekinian milik Mutiah Nurafandi itu nyaris selalu ludes. (Unhas TV / Amina Rahma Ahmad)

TAKALAR, UNHAS.TV - Car Free Day di Alun-Alun Makkatangk Daeng Sibali, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, tak hanya menjadi ruang olahraga warga setiap Minggu pagi. Kawasan ini juga berubah menjadi etalase usaha mikro, kecil, dan menengah yang dipadati pemburu kuliner.

Salah satu lapak yang paling ramai diserbu pengunjung adalah Smutis Cake. Tenan kue kekinian milik Mutiah Nurafandi itu nyaris selalu ludes hanya dalam waktu satu jam sejak dibuka.

Bila kegiatan Car Free Day berlangsung pukul 07.00 hingga 10.00 Wita, produk Smutis Cake kerap habis sekitar pukul 08.00 Wita.

Lapak ini berada di sekitar area Alun-Alun Makkatang Daeng Sibali. Aksesnya cukup mudah dari arah Kota Makassar. Pengunjung dapat melewati Kantor Bupati Takalar, lalu berbelok kanan di perempatan menuju Baruga Karaeng Bainea.

Mutiah mengatakan usaha Smutis Cake bermula dari penjualan daring sejak 2020. Saat itu, ia menerima pesanan dengan sistem pre-order dua hari sebelumnya. Produk yang dijual pun masih terbatas, seperti risol, pie, sus, dan beberapa kue tradisional.

“Awal mulanya sebelum Car Free Day saya jual online sejak 2020. Mulai ada peminat, dari risol, pie, sus, sampai kue tradisional yang banyak orang tahu,” kata Mutiah di lokasi Car Free Day Takalar, Minggu (24/5/2026).



SMUTIS CAKE - Aneka penganan kekinian yang ditawarkan lapak Smutis Cake di Car Free Day (CFD) Takalar. (Unhas TV / Amina Rahma Ahmad)


Kesempatan berjualan secara langsung datang setelah ia mendapat saran untuk mengikuti Car Free Day (CFD) Takalar.

Mutiah sempat mencoba membuka lapak di Makassar, tetapi jarak yang jauh membuatnya mencari pilihan lain. Saat Car Free Day Takalar mulai berjalan pada Januari 2025, ia memutuskan ikut membuka tenan.

Pada awal berjualan, Mutiah hanya membawa satu meja dan empat hingga lima loyang kue. Jumlah itu terus bertambah seiring meningkatnya minat pengunjung. Kini, Smutis Cake dapat memproduksi hingga 30 loyang per pekan.

Tawarkan Aneka Kue Kekinian

Menu yang ditawarkan juga semakin beragam. Smutis Cake menjual aneka kue kekinian yang sedang viral, antara lain kue sodok dan cheesecake. Harga produknya dimulai dari Rp15 ribu per potong.

Mutiah menilai media sosial berperan besar dalam perkembangan usahanya. Banyak pembeli mengunggah produk Smutis Cake ke akun pribadi mereka, lalu menandai akun Instagram usaha tersebut. Dari unggahan itu, pembeli baru mulai berdatangan.



SMUTIS CAKE - Mutiah Nurafandi, pemilik Smutis Cake, salah satu lapak di Car Free Day (CFD) Takalar yang ramai diserbu pengunjung. (Unhas TV / Amina Rahma Ahmad)


“Awalnya orang sekitar yang membeli, lalu mereka posting dan tag Smutis Cake. Akhirnya makin banyak yang beli,” ujarnya.

Untuk mengembangkan usaha, Mutiah turut menggandeng keluarganya, Fatimah Kusuma. Keterlibatan keluarga membantu proses produksi dan pelayanan, terutama saat permintaan meningkat pada akhir pekan.

Smutis Cake kini tidak hanya hadir di Car Free Day Takalar setiap Ahad pagi. Pembeli juga dapat memesan kue secara daring melalui akun Instagram @smutiscake_.

Kehadiran Smutis Cake menjadi salah satu contoh bagaimana ruang publik seperti Car Free Day dapat membuka pasar baru bagi pelaku UMKM. Dari lapak kecil bermodal beberapa loyang, usaha rumahan itu kini tumbuh menjadi salah satu tujuan kuliner warga Takalar. (*)

(Amina Rahma Ahmad / Unhas TV)