Mahasiswa

Mahasiswa KKN-T Unhas Gelar Program “Sekolah Ramah Tanpa Bullying” di Sinjai

TANPA BULLYING - Mahasiswa KKN-T Pemberdayaan Desa Unhas Gelombang 116 menggelar program kerja individu bertajuk “Sekolah Ramah Tanpa Bullying” di MTs Al-Manar Jerrung dan SDN 106 Jerrung 1, Desa Lamatti Riawang, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai. (Dok KKN-T Unhas)

SINJAI, UNHAS.TV – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pemberdayaan Desa Unhas Gelombang 116 menggelar program kerja individu bertajuk “Sekolah Ramah Tanpa Bullying” di MTs Al-Manar Jerrung dan SDN 106 Jerrung 1, Desa Lamatti Riawang, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai.

Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang bahaya perundungan serta mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif.

Kegiatan dilaksanakan pada Rabu (15/7/2026) di MTs Al-Manar Jerrung dengan sasaran peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), kemudian dilanjutkan pada Kamis (16/7/2026) di SDN 106 Jerrung 1 yang diikuti siswa kelas IV, V, dan VI.

Materi edukasi disampaikan oleh Afriana, mahasiswa Program Studi Sosiologi Universitas Hasanuddin angkatan 2023 yang sedang menjalankan KKN-T Pemberdayaan Desa Gelombang 116.

Dalam pemaparannya, Afriana menjelaskan pengertian, bentuk, dampak, serta upaya pencegahan bullying melalui metode yang interaktif, mulai dari presentasi, pemutaran video edukasi, diskusi, tanya jawab, hingga permainan edukatif yang disesuaikan dengan usia peserta.

Selain memberikan pemahaman mengenai bahaya perundungan, Afriana juga mengajak para siswa untuk menghargai perbedaan, berani menolak tindakan bullying, serta memiliki kepedulian terhadap teman yang menjadi korban.



TANPA BULLYING - Mahasiswa KKN-T Pemberdayaan Desa Unhas Gelombang 116 menggelar program kerja individu bertajuk “Sekolah Ramah Tanpa Bullying” di MTs Al-Manar Jerrung dan SDN 106 Jerrung 1, Desa Lamatti Riawang, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai. (Dok KKN-T Unhas)


Sebagai bentuk penguatan komitmen, kegiatan ditutup dengan Pohon Kebaikan, yaitu aktivitas menuliskan pesan dan janji untuk saling menghormati, tidak melakukan perundungan, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Pesan-pesan tersebut kemudian ditempelkan pada media berbentuk pohon sebagai simbol komitmen bersama dalam membangun budaya positif di lingkungan sekolah.

Program ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan diikuti dengan antusias oleh para siswa.

Keaktifan peserta selama mengikuti materi, diskusi, permainan edukatif, hingga kegiatan Pohon Kebaikan menunjukkan tingginya semangat mereka dalam memahami pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan.

Melalui program “Sekolah Ramah Tanpa Bullying”, Afriana berharap para siswa tidak hanya memahami bahaya bullying, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dengan menumbuhkan sikap saling menghargai, peduli, dan berani menciptakan budaya sekolah yang ramah bagi seluruh warga sekolah.

(Kautsar Ardiansyah R / Unhas TV)