SIDRAP, UNHAS.TV - Upaya peningkatan literasi keagamaan sejak usia dini dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unhas Gelombang 115 di Kelurahan Ponrangae, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang, pada 26 Januari 2026.
Kegiatan yang dilakukan berupa edukasi bertajuk Pengenalan Terjemah Perkata Bacaan Shalat bagi Siswa Kelas VI Sekolah Dasar yang dilaksanakan di SDN 7 Lancirang.
Program ini diprakarsai oleh Muh. Taufiqul Hidayat, mahasiswa Program Studi Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, dengan melibatkan sebanyak 31 siswa kelas VI sebagai peserta.
Program tersebut dilaksanakan di bawah pendampingan dosen pembimbing KKN, Dr. Hasan Basri, S.KM., serta memperoleh dukungan penuh dari pihak sekolah sebagai bagian dari penguatan pendidikan keagamaan.
Melalui kegiatan ini, para siswa diperkenalkan pada makna bacaan shalat dengan pendekatan terjemah perkata yang mencakup takbiratul ihram, Surah Al-Fatihah, bacaan rukuk, sujud, dan duduk di antara dua sujud.
Program ini dilatarbelakangi oleh temuan lapangan bahwa sebagian besar siswa telah mampu melafalkan bacaan shalat secara lancar, namun belum memahami arti dan kandungan maknanya secara mendalam.
Proses pembelajaran dilaksanakan melalui metode praktik membaca bacaan shalat menggunakan lembar terjemah perkata yang dipadukan dengan media presentasi PowerPoint untuk memudahkan pemahaman siswa.
Agar suasana belajar tetap aktif dan menyenangkan, kegiatan ini dilengkapi dengan kuis interaktif yang dirancang untuk menguji sekaligus memperkuat pemahaman siswa terhadap makna bacaan shalat yang telah dipelajari.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan aktif bertanya, menjawab kuis, serta menyampaikan keinginan agar pembelajaran serupa dapat dilanjutkan pada hari-hari berikutnya.
Guru wali kelas VI dan pihak sekolah menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut karena dinilai sejalan dengan kebutuhan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di tingkat sekolah dasar.
Kepala SDN 7 Lancirang, Muhammad Nasir, menilai kegiatan ini efektif dan menarik bagi siswa karena memadukan praktik langsung dengan suasana belajar yang interaktif dan tidak membosankan.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mulai mampu menyebutkan arti sejumlah bacaan shalat secara mandiri, sehingga program ini diharapkan menjadi model pembelajaran integratif antara bahasa Arab dan pendidikan agama Islam sekaligus wujud kontribusi mahasiswa Universitas Hasanuddin dalam penguatan pemahaman ibadah dan pembentukan karakter religius sejak usia dini.
Mahasiswa KKN Sastra Arab Unhas berfoto bersama siswa kelas VI SDN 7 Lancirang, Kabupaten Sidenreng Rappang, usai kegiatan pengenalan terjemah perkata bacaan shalat sebagai upaya menumbuhkan pemahaman makna ibadah sejak usia dini. (dok kkn unhas)



-300x147.webp)
-300x188.webp)



