MATAHARI mulai turun ketika tribun Stadion Kansas City perlahan berubah menjadi lautan biru-putih. Bendera Argentina berkibar di antara sorak penonton, sementara Lionel Messi berjalan menuju lingkaran tengah dengan langkah tenang.
Di usia ketika banyak pemain telah meninggalkan panggung terbesar sepak bola, ia masih berada di sana—mengejar satu kemenangan lagi, satu pertandingan lagi, dan mungkin satu trofi lagi.
Namun malam itu bukan malam tentang gol Messi. Argentina harus melewati laga panjang, penuh ketegangan dan kontroversi, sebelum menundukkan Swiss 3-1 melalui perpanjangan waktu.
Julian Alvarez dan Lautaro Martinez menjadi penentu kemenangan. Hasil itu membawa sang juara bertahan ke semifinal Piala Dunia 2026 dan mempertemukan mereka dengan Inggris pada Kamis (16/7/2026) mendatang.
Catatan pertandingan akan menulis Argentina lolos setelah bermain melawan sepuluh pemain Swiss. Pendukung Swiss mungkin menulis cerita lain; Argentina seolah bermain dengan 12 orang. Satu pemain lain adalah wasit.
Sumber perdebatan itu muncul sekitar 20 menit sebelum waktu normal berakhir. Breel Embolo, penyerang Swiss, terjatuh setelah berhadapan dengan gelandang Argentina, Leandro Paredes.
Wasit asal Portugal, Joao Pinheiro, mula-mula menganggap Paredes melakukan pelanggaran. Ia mengeluarkan kartu kuning untuk pemain Argentina tersebut.
Permainan belum sempat berjalan ketika petugas video assistant referee (VAR) meminta Pinheiro meninjau ulang insiden itu. Informasi awal menyebutkan adanya kemungkinan kesalahan identitas. Padahal tak ada kekeliruan tentang siapa pemain yang terlibat.
Pinheiro berjalan ke monitor di tepi lapangan. Tayangan ulang memperlihatkan Embolo mulai kehilangan keseimbangan sebelum kontak terjadi.
Kakinya kemudian terlihat bergerak ke arah Paredes. Setelah beberapa kali menyaksikan rekaman, Pinheiro kembali ke lapangan dan membatalkan kartu kuning Paredes. Sebaliknya, ia menilai Embolo melakukan aksi diving. Kartu kuning kedua keluar. Disusul kartu merah.
Di turnamen ini, VAR menjadi rujukan pemberian atau pembatalan kartu kuning berpotensi berujung kartu merah.
Embolo telah mengantongi kartu kuning sejak babak pertama setelah melanggar Paredes. Ironisnya, Paredes pula yang terlibat dalam insiden yang mengakhiri pertandingan Embolo dari lapangan hijau.
Para pemain Swiss mengepung wasit. Mereka berteriak, mengangkat tangan, dan meminta penjelasan. Bangku cadangan Swiss ikut berdiri. Di tribun penonton, pendukung Argentina bersorak seperti baru menyaksikan sebuah gol.
Berdasarkan aturan baru, keputusan itu bisa dipertanggungjawabkan. Tapi bagi kubu Swiss, sesuatu tetap terasa janggal. Terlebih setelah muncul tudingan bahwa Argentina juga memperoleh keuntungan dari keputusan wasit ketika mengalahkan Mesir di babak 16 besar.
Kontroversi itu datang hanya beberapa menit setelah Swiss menyamakan skor. Dan Ndoye, pemain sayap Nottingham Forest, menuntaskan kerja sama sederhana dengan Ricardo Rodriguez. Ia mengirim bola mendatar melewati Emiliano Martinez dan masuk ke sudut gawang.
Kendalikan Sepenuhnya Permainan
Sebelumnya, Argentina seperti mengendalikan malam dengan nyaman. Tim asuhan Lionel Scaloni bahkan tak menguasai bola secara berarti selama delapan menit pertama. Tapi begitu mendapatkan kesempatan, mereka langsung menghukum lawan.
Serangan bermula dari sepak pojok Messi. Pertahanan Swiss membuang bola, tetapi hanya menghasilkan sepak pojok berikutnya. Pada kesempatan kedua, Alexis Mac Allister bergerak ke tiang dekat tanpa pengawalan ketat. Djibril Sow menjadi pemain terdekat, tapi terlambat menutup ruang.
Mac Allister menyundul bola melintasi Gregor Kobel. Bola meluncur ke sudut berlawanan. Argentina unggul cepat.
Setelah gol itu, Messi sempat melakukan beberapa tusukan pendek. Argentina tidak terburu-buru. Mereka membiarkan Swiss memegang bola, lalu menutup jalur operan dengan disiplin. Garis pertahanan bergerak seperti pintu geser, maju dan mundur tanpa banyak celah.
Swiss mencoba membangun serangan melalui Embolo dan Ndoye. Embolo sempat lolos di belakang Lisandro Martinez, tetapi Emiliano Martinez keluar dari gawang dan memotong bola. Sang penyerang tak mengajukan protes.
Jeda minum mengubah ritme pertandingan. Pelatih Swiss, Murat Yakin, terlihat aktif berbicara kepada pemainnya. Swiss kemudian lebih berani dalam duel. Mereka mulai memaksa Argentina melakukan kesalahan di daerah sendiri.
Sebuah peluang terbaik muncul ketika Swiss menyerang dengan situasi tiga lawan dua. Embolo mengirim bola kepada Ndoye.
Pemain sayap itu terlambat menembak, sehingga Lisandro Martinez dapat melakukan tekel penyelamatan. Bek Manchester United tersebut merayakannya seperti sebuah gol.
Peluang itu seharusnya menjadi peringatan. Namun Argentina terus kehilangan bola dengan ceroboh.
Ndoye berulang kali menguji sisi pertahanan Argentina. Umpan akhirnya kerap gagal, tetapi kecepatannya membuat barisan belakang juara bertahan mulai gelisah.
Sundulannya dari umpan Rodriguez memaksa Martinez bereaksi. Sow kemudian mencoba menembak dari sudut sempit. Gol penyeimbang akhirnya datang. Tak lama setelah itu, Embolo dikartu merah.
Swiss Main Rapat dan Disiplin
>> Baca Selanjutnya
PAHLAWAN - Striker Argentina Julian Alvarez dikerumuni rekan-rekan setimnya sebagai pahlawan dalam kemenangan Argentina atas Swiss dengan skor 3-1. Alvares mencetak gol kedua yang meruntuhkan mental Swiss. (Screenshot The Sun)








