Sport

Mbappe Lewati Giroud, Prancis Menyala dan Bungkam Senegal 3-1 dalam Drama

MAINKAN SULING - Striker Kylian Mbappe dengan gestur memainkan suling saat mencetak gol pembuka kemenangan Timnas Prancis yang berhasil menembus pertahanan Senegal, Rabu (17/6/2026) dini hari. (Screenshot The Sun)

NEW YORK, UNHAS.TV - Kylian Mbappe kembali menjadi pusat permainan Prancis. Penyerang Real Madrid itu mencetak dua gol, saat Les Bleus mengalahkan Senegal 3-1 dalam laga pembuka Grup I Piala Dunia 2026, Selasa (17/6/2026).

Kemenangan ini menandai awal penting bagi tim asuhan Didier Deschamps, yang sempat buntu sepanjang babak pertama sebelum meledak selepas jeda.

Prancis turun dengan komposisi menyerang yang mewah. Deschamps memasang Mbappe, Ousmane Dembele, Desire Doue, dan Michael Olise sejak awal. Di bangku cadangan masih ada Bradley Barcola, Rayan Cherki, dan Marcus Thuram.

Keputusan itu menunjukkan keberanian sekaligus tekanan besar bagi juara dunia 2018 tersebut, yang datang ke turnamen dengan memori pahit kekalahan dari Senegal pada laga pembuka Piala Dunia 2002 di Seoul.

Namun, babak pertama tidak berjalan sesuai rencana. Prancis lebih banyak kehilangan ritme. Mbappe beberapa kali menemukan ruang, tapi sentuhan pertamanya buruk. Senegal, dengan lini depan Ismaila Sarr, Nicolas Jackson, dan Sadio Mane, justru tampil lebih berbahaya.

Tim berjuluk Lions of Teranga itu menekan melalui sisi kiri dan nyaris unggul setelah kesalahan kontrol Mbappe memicu serangan balik cepat.

Atmosfer pertandingan yang semula berpihak kepada Prancis berubah tegang. Nyanyian La Marseillaise tidak cukup membuat lini depan mereka langsung menyala.

Jackson mendapat peluang terbaik Senegal pada paruh pertama. Sepakannya dari sudut sempit membentur tiang, mengenai kaki kiper Mike Maignan, lalu bergulir keluar.

Menjelang jeda, Sarr juga gagal memanfaatkan kesempatan emas ketika tembakannya dari jarak dekat melambung.

Prancis beruntung masuk ruang ganti dengan skor 0-0. Statistik serangan mereka pun muram. Jumlah tembakan menjadi yang terendah bagi Prancis sejak pencatatan Piala Dunia modern dimulai pada 1966.



GOL BALASAN - Pemain muda berbakat Paris Saint-Germain, Ibrahim Mbaye dari Senegal, mencetak gol hiburan. (Screenshot The Sun)


Deschamps merespons cepat. Ia menggeser Olise ke posisi lebih sentral dan melebarkan peran Dembele. Perubahan itu menjadi titik balik.

Prancis mulai menguasai ruang antarlini, mempercepat sirkulasi bola, dan memaksa Senegal bertahan lebih rendah.

Olise mendapat kebebasan untuk menerima bola di antara gelandang dan bek Senegal, sementara Dembele membuka sisi lapangan agar pertahanan lawan tidak rapat.

Doue membuka alarm bagi pertahanan Senegal lewat tembakan cepat yang membuat Edouard Mendy bekerja keras. Tak lama kemudian Mendy kembali menggagalkan peluang Olise dan Mbappe.

Pertandingan berubah terbuka. Prancis juga sempat meminta penalti setelah Mane menerjang Mbappe di kotak terlarang.

Wasit Alireza Faghani meninjau tayangan VAR, tetapi memutuskan tendangan gawang. Pemain Prancis memprotes, namun keputusan tidak berubah.

Olise lalu menjadi pengatur irama. Ia berulang kali memecah garis pertahanan Senegal dengan umpan vertikal. Salah satu operannya sempat membuat Mbappe berhadapan dengan ruang tembak, tetapi sentuhan sang kapten kembali terlepas.

Kejar Rekor Topskor Piala Dunia

>> Baca Selanjutnya