MAKASSAR, UNHAS.TV – Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui program “Unhas Sehat” melaksanakan Medical Check Up (MCU) bagi dosen dan tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan Rektorat Unhas, Senin (14/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Lantai Dasar Gedung Rektorat Unhas ini merupakan bagian dari program MCU Goes to Unit yang dilaksanakan secara bertahap di berbagai unit kerja Universitas Hasanuddin.
Direktur Kesejahteraan dan Kinerja Unhas, Dr Nur Arifah SKM MA mengatakan pelaksanaan MCU bertujuan untuk melakukan deteksi dini terhadap kondisi kesehatan dosen dan tenaga kependidikan.
“Tujuan dari pelaksanaan MCU ini adalah supaya kita bisa melakukan deteksi dini terhadap kondisi kesehatan sivitas akademika dosen dan tendik di Unhas," ujarnya.
"Jadi tujuannya untuk kita nanti hasil-hasil ini akan kita gunakan untuk melihat apa kondisi kesehatan, gambaran kondisi kesehatan dari dosen dan tenaga kependidikan di Unhas,” tambah Nur Arifah.
Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pendaftaran, pemeriksaan fisik, pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan hematologi rutin, serta pemeriksaan EKG. Beberapa pemeriksaan lanjutan dilakukan di rumah sakit sesuai dengan paket pemeriksaan yang menjadi hak peserta.
“Dari segi aktivitas, jadi di sana ada meja pendaftaran, kemudian ada pengecekan fisik, juga ada pengecekan pengambilan sampel darah untuk pengecekan hematologi rutin, lalu kemudian kita juga ada pemeriksaan EKG,” jelasnya.
Nur Arifah menjelaskan, hasil pemeriksaan MCU akan menjadi dasar untuk menentukan tindak lanjut yang dibutuhkan oleh dosen dan tenaga kependidikan.
Peserta yang membutuhkan pemeriksaan atau tindakan medis lanjutan akan diberikan edukasi untuk mengakses fasilitas pelayanan kesehatan.

MCU 2026 - Unhas kembali menjalankan program “Unhas Sehat” melalui Medical Check Up (MCU) bagi dosen dan tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan Rektorat Unhas, Senin (14/9/2026). (Unhas TV / NIzam)
Selain itu, Unhas juga menyiapkan layanan konsultasi bagi peserta yang teridentifikasi mengalami obesitas berdasarkan tingkatannya, termasuk konsultasi dengan ahli gizi.
Menurut Nur Arifah, MCU dapat membantu mendeteksi sejumlah kondisi kesehatan, seperti hipertensi, diabetes, gangguan jantung, hingga gangguan fungsi ginjal.
Ia juga mengimbau dosen dan tenaga kependidikan untuk menjaga kebugaran dengan mencukupi waktu istirahat dan melakukan aktivitas fisik sesuai kebutuhan tubuh.
“Kami juga sangat berharap bahwa untuk rutin melakukan MCU dan tetap memanfaatkan fasilitas MCU yang sudah disiapkan oleh Universitas Hasanuddin,” katanya.
Sementara itu, salah seorang peserta MCU, Prof Dr Ir Rusnadi Padjung MSc menilai pelaksanaan MCU di unit kerja dapat memudahkan dosen dan tenaga kependidikan dalam melakukan pemeriksaan kesehatan.
“Datang ke unit-unit itu penting, sehingga kita tidak perlu datang ke rumah sakit. Meskipun untuk beberapa tes harus ke sana, tetapi pendahuluannya di sini, registrasi, timbang badan, cek darah dan lain-lain, yang alatnya bisa dibawa ke sini itu sangat membantu,” ujar Rusnadi.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara berkala penting dilakukan karena kondisi kesehatan seseorang dapat berubah dari waktu ke waktu.
“Sehat-sehat tahun lalu belum tentu sehat tahun ini, karena perubahan cepat sekali terjadi, dan bisa saja kita merasa sehat, tetapi ada sejumlah indikator yang menunjukkan tidak sehat, dan itu perlu diketahui lebih dini supaya tindak lanjut pengobatannya itu bisa dilakukan,” tuturnya.
Pelaksanaan MCU Goes to Unit Unhas dijadwalkan berlangsung secara bertahap hingga 23 September 2026, dengan menyasar berbagai unit kerja di lingkungan Universitas Hasanuddin.
(Husnul Hatima / Nizam / Unhas TV)
MCU 2026 - Unhas kembali menjalankan program “Unhas Sehat” melalui Medical Check Up (MCU) bagi dosen dan tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan Rektorat Unhas, Senin (14/9/2026). (Unhas TV / Nizam)

 PhD-300x169.webp)

 SpGK, dan spesialis anak konsultan alergi imunologi FK Unhas, dr Bahrul Fikri MKes SpA(K) PhD-300x169.webp)




