Sport

Meksiko Bekuk Afrika Selatan 2-0, Tiga Kartu Merah Warnai Laga Pembuka Piala Dunia 2026



CETAK GOL - Striker Meksiko Raul Jimenez tampak emosional setelah mencetak gol ke gawang Afrika Selatan. (Screenshot the sun)


Unggul jumlah pemain membuat Meksiko makin leluasa mengatur tempo. Aguirre kemudian memasukkan Gilberto Moro, talenta 17 tahun yang menjadi salah satu pemain termuda dalam sejarah Piala Dunia.

Masuknya Moro menambah energi serangan Meksiko, meski gol kedua justru datang dari pemain paling berpengalaman di lini depan.

Raul Jimenez memastikan kemenangan Meksiko lewat sundulan pada babak kedua. Ia bergerak tanpa pengawalan untuk menyambut umpan silang Roberto Alvarado dan menanduk bola dari jarak sekitar 10 meter.

Gol itu menjadi momen penting bagi Jimenez, yang sebelumnya belum pernah mencetak gol di Piala Dunia. Ia juga menunjukkan masih memiliki kualitas setelah periode sulit dalam kariernya, termasuk cedera retak tulang tengkorak akibat benturan kepala dengan David Luiz pada 2020.

Setelah gol Jimenez, laga tidak mereda. Afrika Selatan kembali kehilangan pemain setelah Themba Zwane, yang masuk sebagai pemain pengganti, mendapat kartu merah. Keputusan itu muncul setelah intervensi VAR dari ruang kendali di Dallas.

Zwane dinilai mengenai kepala Alvarado dalam sebuah insiden perebutan bola. Keputusan tersebut terlihat lebih keras dibanding kartu merah pertama, tetapi Sampaio tetap pada putusannya setelah melihat rekomendasi VAR.

Menjelang akhir pertandingan, Meksiko juga harus bermain dengan sepuluh orang. Bek Cesar Montes diusir pada masa tambahan waktu setelah melanggar Khuliso Mudau. Kartu merah ketiga itu menutup laga yang kacau secara disiplin, tetapi tidak mengubah hasil akhir.

Catatan tiga kartu merah membuat pertandingan ini masuk daftar langka dalam sejarah Piala Dunia. Ini menjadi laga Piala Dunia keempat yang menghasilkan tiga pemain diusir dan yang pertama terjadi pada pertandingan pembuka.

Satu-satunya laga dengan jumlah kartu merah lebih banyak adalah perempat final Piala Dunia 2006 antara Belanda dan Portugal, yang menghasilkan empat kartu merah.

Bagi Meksiko, kemenangan ini memberi dorongan besar di awal turnamen. Stadion Azteca kembali menjadi panggung besar, sebagaimana saat Pele tampil pada 1970 dan Diego Maradona mencatat sejarah kontroversial melalui gol “Hand of God” pada 1986.

Sebelum pertandingan, upacara pembukaan berlangsung meriah dengan penampilan Shakira, Burna Boy, Andrea Bocelli, dan EJAE.

Hasil ini juga menjadi sinyal bagi Inggris. Tim asuhan Thomas Tuchel berpotensi bertemu Meksiko pada babak 16 besar bila mereka menjuarai Grup L.

Bila skenario itu terjadi, Inggris harus bertandang ke Mexico City, menghadapi ketinggian sekitar 7.300 kaki, atmosfer Azteca, dan tim Meksiko yang tampil agresif sejak awal.

Afrika Selatan, sebaliknya, memulai turnamen dengan banyak pekerjaan rumah. Kesalahan distribusi bola, buruknya koordinasi pertahanan, dan dua kartu merah membuat Bafana Bafana pulang dari laga pembuka dengan kekalahan yang sulit dibantah. (*)