Sport

Meksiko Bekuk Afrika Selatan 2-0, Tiga Kartu Merah Warnai Laga Pembuka Piala Dunia 2026

GOL JIMENEZ - Striker Meksiko Raul Jimenez rayakan gol ke gawang Afrika Selatan di laga pembuka Piala Dunia 2026 di Azteca Stadium, Meksiko, Jumat (12/6/2026) dini hari. (Screenshot The Sun)

MEXICO CITY, UNHAS.TV — Piala Dunia 2026 langsung memanas sejak pertandingan pertama. Meksiko membuka turnamen dengan kemenangan 2-0 atas Afrika Selatan di Stadion Azteca, Mexico City, dalam laga yang diwarnai tiga kartu merah, Jumat (12/6/2026) dini hari.

Dua gol tuan rumah dicetak Julian Quinones dan Raul Jimenez. Kemenangan itu memberi Meksiko awal yang ideal sebagai salah satu tuan rumah.

Namun perhatian utama justru tertuju pada keputusan wasit asal Brasil, Wilton Sampaio, yang mengusir dua pemain Afrika Selatan dan satu pemain Meksiko pada babak kedua. Laga pembuka itu menjadi salah satu pertandingan Piala Dunia paling keras secara disiplin dalam sejarah turnamen.

Meksiko tampil lebih agresif sejak menit awal. Dukungan publik Azteca membuat tim asuhan Javier Aguirre langsung menekan Afrika Selatan, yang kembali tampil di Piala Dunia untuk pertama kali sejak menjadi tuan rumah pada 2010.

Afrika Selatan kesulitan keluar dari tekanan tim tuan rumah dan beberapa kali membuat kesalahan di area sendiri.

Peluang pertama Meksiko datang pada menit keempat. Raul Jimenez mendapat bola tarik dari bek kanan Israel Reyes.

Penyerang yang baru dilepas Fulham itu melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti, tetapi kiper Afrika Selatan Ronwen Williams masih mampu menepis bola rendah tersebut.

Tekanan Meksiko akhirnya berbuah gol lima menit kemudian. Williams memainkan bola pendek ke Yaya Sithole di dekat kotak penalti sendiri.

Umpan itu terbaca oleh gelandang Meksiko, Erik Lira, yang merebut bola dan segera mengalirkannya kepada Julian Quinones. Penyerang sayap itu menuntaskan peluang dari tepi kotak penalti. Bola meluncur keras melewati sela kaki Williams.

Gol cepat tersebut membuat Meksiko makin percaya diri. Quinones, yang tampil dari sisi kiri, menjadi ancaman utama pertahanan Afrika Selatan. Ia menunjukkan ketajaman yang membuatnya mencetak 33 gol bersama Al Qadsiah di Liga Arab Saudi musim ini.

Afrika Selatan tidak menemukan ritme permainan. Lini tengah mereka kalah cepat, sementara lini belakang kerap terlambat membaca pergerakan pemain Meksiko.

Sebelum turun minum, Meksiko hampir menggandakan keunggulan. Williams sempat menggagalkan umpan silang dalam yang nyaris masuk ke gawangnya sendiri.

Tidak lama kemudian, Quinones kembali mendapat peluang setelah bekerja sama dengan Brian Gutierrez, tetapi tembakannya membentur tiang kiri.

Babak pertama berakhir dengan keunggulan 1-0 untuk Meksiko. Skor itu belum sepenuhnya menggambarkan dominasi tuan rumah. Afrika Selatan beruntung tidak tertinggal lebih jauh.

Masalah Afrika Selatan berlanjut setelah jeda. Hanya beberapa detik selepas babak kedua dimulai, Williams kembali memainkan umpan pendek berisiko kepada Sithole.

Bola direbut Alvaro Fidalgo. Meksiko memiliki kesempatan besar untuk mencetak gol kedua, tetapi Fidalgo ragu antara menembak atau mengumpan. Peluang itu terbuang.

Tiga menit kemudian, Sithole benar-benar mengakhiri sore buruknya. Ia melanggar Brian Gutierrez dari belakang tepat di luar kotak penalti saat gelandang Meksiko itu berlari menuju gawang.

Sampaio langsung mengeluarkan kartu merah karena menilai Sithole melakukan pelanggaran sebagai pemain terakhir. Keputusan itu sulit diperdebatkan.

Gol Sundulan Raul Jimenez

>> Baca Selanjutnya