News

Mengapa Makassar dan Daerah Lainnya Cenderung Sangat Panas Sepekan Ini?

MAKASSAR, UNHAS.TV - Sejumlah warga Kota Makassar merasakan sensasi hawa panas yang lebih dalam sepekan ini. Benarkah ini adalah pertanda bahwa musim kemarau tahun ini sudah dimulai akhir Maret ini? 

Cuaca sangat panas yang melanda berbagai wilayah Indonesia dalam sepekan terakhir ternyata fenomena yang normal dan biasa terjadi, terutama di negara tropis seperti Indonesia. 

Menurut Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ini bukan gelombang panas (heatwave) seperti yang sering terjadi di wilayah subtropis, melainkan peningkatan suhu udara yang wajar. 

Salah satu penyebab utama adalah gerak semu tahunan matahari. Posisi matahari saat ini sedang mendekati dan tepat berada di atas garis khatulistiwa (ekuator) sekitar tanggal 21–23 Maret 2026. 

Indonesia yang berada di wilayah ekuator menerima radiasi sinar matahari secara lebih maksimal dan langsung (hampir tegak lurus). Hal ini menyebabkan penyinaran siang hari lebih optimal, sehingga suhu udara terasa lebih terik dan panas. 

Penyebab lainnya adalah minimnya tutupan awan (faktor meteorologi). Pada siang hari, tutupan awan berkurang atau minim di banyak wilayah. Akibatnya, sinar matahari mencapai permukaan bumi tanpa terhalang banyak, sehingga pemanasan permukaan tanah dan udara menjadi lebih kuat. Ini diperkuat oleh angin yang relatif lemah, sehingga panas tidak cepat tersebar. 

Faktor lainnya adalah periode pancaroba (peralihan musim). Saat ini Indonesia sedang dalam masa transisi dari musim hujan menuju musim kemarau. Pada fase ini, cuaca sering ditandai dengan siang hari yang panas terik disertai potensi hujan lokal sore/malam hari. Hujan yang tidak merata juga membuat sebagian wilayah lebih kering dan panas. 

Faktor pendukung lain yang disebut BMKG termasuk pergeseran Madden-Julian Oscillation (MJO) yang menjauhi sebagian wilayah Indonesia, serta monsun Asia yang melemah, sehingga pembentukan awan hujan tidak merata. 

Saat ini juga terjadi sedang transisi dari La Niña lemah menuju kondisi netral (ENSO-neutral). Ini belum memberikan pengaruh kuat terhadap cuaca panas saat ini, meski ada proyeksi El Niño mungkin muncul nanti di pertengahan hingga akhir 2026 yang bisa membuat musim kemarau lebih panjang dan kering.

Lalu, sampai kapan panas Ini berlangsung? Kondisi panas terik di siang hari masih berpotensi berlanjut hingga awal April 2026, terutama di wilayah yang tutupan awannya minim.

Suhu maksimum yang tercatat belakangan ini berkisar 33–37°C di beberapa daerah (misalnya Banten, Jawa, Kalimantan, dan lainnya), tergantung lokasi. Cuaca bisa berubah dengan adanya hujan lokal di sore/malam hari, terutama di wilayah tengah hingga timur Indonesia.(*)