MAKASSAR, UNHAS.TV - Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di wilayah kampus menjadi aspek krusial sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Pasal 70 dan Pasal 2:2p.
Sejalan dengan aturan itu, Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui Subdirektorat K3 terus memperkuat manajemen keselamatan guna mengantisipasi risiko di lingkungan akademik.
Menurut Kepala Subdirektorat K3 Unhas, Prof Dr Lalu Muhammad Saleh SKM MKes, kampus memiliki potensi bahaya seperti industri. "Penerapan sistem manajemen K3 di dunia kampus sangat penting karena bahaya dan risiko di kampus itu nyata, bukan hanya di industri," ungkapnya.
Salah satu risiko yang sering terjadi adalah kegiatan konstruksi dan perbaikan jalan yang bisa membahayakan civitas akademika jika tidak diawasi dengan ketat. "Pembangunan konstruksi dan perbaikan jalan bisa menjadi sumber konflik jika tidak ada pengawasan K3 yang ketat," tambahnya.
Lebih lanjut, Prof. Lalu menegaskan bahwa K3 bertujuan melindungi individu di lingkungan kerja sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012.
"Fungsi K3 adalah untuk menjamin dan melindungi orang-orang di dunia kerja, termasuk di lingkungan akademik," katanya.
Dalam implementasinya, dua faktor utama yang perlu diperhatikan adalah aspek transportasi dan pembangunan. "Kecepatan maksimal dalam kampus adalah 30 km/jam, tetapi sering dilanggar," jelasnya.
Pada 2024, tercatat sekitar 20 kecelakaan, mayoritas dialami mahasiswa. Selain itu, vendor proyek pembangunan juga harus mematuhi standar K3. "Vendor tidak boleh menerima kontrak jika tidak mematuhi aturan K3," tegasnya.
Sebagai langkah pencegahan, Unhas aktif melakukan sosialisasi dan edukasi K3, termasuk kampanye keselamatan berlalu lintas.
"Pada tahun 2025 ini, kami akan lebih gesit dalam mensosialisasikan kecepatan 30 km/jam dengan turun ke jalan dan menghentikan langsung pengendara yang melebihi kecepatan maksimal di dalam kampus," jelas Prof Lalu.
Selain itu, Unhas juga membentuk 180 Duta K3 dari berbagai latar profesi dan memiliki tim tanggap darurat di setiap unit.
"Saat ini, Unhas memiliki 180 Duta K3 dari berbagai profesi, mulai dari satpam, mahasiswa, hingga dosen. Mereka telah mendapatkan pelatihan khusus untuk meningkatkan kesiapan menghadapi situasi darurat," tambahnya.
Selain aspek transportasi, Unhas juga menghadapi tantangan dalam mencegah kebakaran di lingkungan kampus.
Pada 2024, terjadi dua insiden kebakaran akibat daun kering, namun berhasil diatasi dengan cepat oleh tim K3.
"Potensi kebakaran akibat daun kering sangat besar, tetapi karena kegesitan teman-teman K3, api dapat segera diatasi," jelasnya.
Program Medical Check Up
>> Baca Selanjutnya