MAKASSAR, UNHAS.TV - Banyak orang memilih teh untuk menenangkan diri saat menstruasi. Namun, ternyata kandungan kafein dalam beberapa jenis teh bisa memicu peningkatan stres selama menstruasi.
Teh, khususnya teh hitam dan teh hijau dapat menjadi pilihan banyak orang untuk relaksasi. Namun teh ini mengandung kafein yang dapat meningkatkan produksi kortisol atau hormon stres dalam tubuh.
Salah satu dampak dari peningkatan produksi kortisol yakni menyebabkan peningkatan kecemasan, ketegangan, dan gangguan tidur yang sering diperburuk selama menstruasi.
Menurut Ketua Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Gizi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Prof Dr dr Nurpudji Astuti MPH, SpGK (K) FRSPH, konsumsi kafein yang berlebihan selama menstruasi bukan hanya memicu rasa gelisah tetapi juga meningkatkan kelelahan emosional.
"Tanin pada teh dapat mempengaruhi hormon stres seperti kortisol. Kadar kortisol yang tinggi bisa mempengaruhi siklus menstruasi melalui perubahan hormon gonadotropin. Hormon ini bertanggung jawab atas ovulasi dan regulasi siklus menstruasi," kata Prof Nurpudji yang juga Ketua Komisi 2 Dewan Guru Besar Unhas.
Prof Nurpudji menyarankan perempuan untuk memilih teh herbal yang bebas kafein sebagai pilihan lain yang lebih aman selama menstruasi. Salah satu pilihan terbaik adalah teh kamomil yang memiliki sifat menenagkan dan dapat membantu meredakan gejala nyeri dan emosional saat menstruasi.
Teh Kamomil mengandung Flavonoid yang memiliki efek anti radang dan dapat merilekskan otot rahim yang tegang selama menstruasi. Teh kamomil dapat dikonsumsi dua hingga tiga kali sehari untuk mendapat manfaat maksimal, namun penggunaan yang berlebihan tetap perlu dihindari.(*)
Venny Septiani Semuel (Unhas TV)