Kesehatan
Unhas Sehat

Misteri Tumor Teratoma: Antara Mitos Kena Kutukan dan Fakta Medis

UNHAS.TV Di balik kemajuan ilmu kedokteran, mitos tentang penyakit tertentu masih bertahan di masyarakat. Salah satunya adalah tumor teratoma, kondisi langka yang sering disebut sebagai “tumor kutukan.”

Keberadaannya yang menyerupai bagian tubuh manusia seperti rambut, gigi, hingga tulang sering memicu spekulasi supranatural. Namun, apa sebenarnya yang terjadi dalam tubuh seseorang hingga tumor ini terbentuk?

Jenis tumor ini memilliki kisah lama yang melekat di masyarakat. Di berbagai budaya, tumor teratoma telah lama dikaitkan dengan kisah-kisah mistis.

Tidak sedikit orang yang menganggapnya sebagai akibat dari gangguan gaib atau karma di masa lalu. Kepercayaan ini muncul karena bentuk tumor yang unik dan tidak biasa.

Bayangkan, seorang pasien yang datang dengan keluhan nyeri perut, namun setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan adanya jaringan rambut atau gigi di dalam tubuhnya.

Fenomena ini tentu menimbulkan berbagai spekulasi. Sebagian masyarakat percaya bahwa keberadaan tumor tersebut adalah tanda intervensi kekuatan tak kasat mata.

Bahkan, ada yang menganggap bahwa tumor ini merupakan janin kembar yang gagal berkembang dalam rahim, meskipun penjelasan medis tentang kondisi ini jauh lebih kompleks.

Menurut Dokter Spesialis Bedah Anak Dr dr Sulmiati SpBA SubspUA(K) AUFO-K, mitos seperti ini harus diluruskan agar pasien dan keluarganya dapat memahami kondisi tersebut secara ilmiah dan menjalani pengobatan yang tepat.

"Tumor teratoma itu sendiri, kalau di orang awam, itu dulu-dulu selalu beranggapan bahwasanya teratoma itu merupakan kelainan kutukan," ujarnya.

"Kenapa kelainan karena kutukan? Karena biasa dari jenis tumor teratoma ini, memang kalau kita lihat, dia itu bisa terdiri dari unsur-unsur tulang, kayak tulang rawan, gigi, rambut," terang dokter Sulmiati saat ditemui Unhas.TV di Poli Bedah Anak, Mother And Child Center, RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, Februari 2025 lalu.


Fakta di Balik Tumor Teratoma

>> Baca Selanjutnya