.webp)
YOU MATTER - Tim PKM-PM Unhas mempertemukan caregiver, komunitas, dan lembaga pendamping dalam seminar Mom, You Matter di FK Unhas, Makassar, Minggu (9/8/2026). Dengan seminar Mama, You Matter untuk membangun jejaring dukungan nasional. (Dok PKM-PM Unhas)
Inisiatif tersebut mendapat dukungan dari Koordinator Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Asni.
Ia mengatakan program mahasiswa Universitas Hasanuddin telah menyediakan ruang bagi para ibu yang mendampingi anak dengan kondisi kesehatan tertentu.
“Kami sangat menyambut hangat dan bangga kepada adik-adik pelaksana PKM Universitas Hasanuddin yang telah memberikan wadah bagi para ibu untuk terus bertahan dalam menghadapi kondisi anaknya,” ujar Asni.
Puspaga Sulawesi Selatan, menurut Asni, juga membuka akses bagi caregiver yang membutuhkan pendampingan lanjutan. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan keluarga sebagai salah satu pilihan dukungan ketika menghadapi persoalan pengasuhan ataupun tekanan selama mendampingi anak.
Tim Mama, You Matter berharap hubungan yang terbangun melalui seminar tidak berhenti setelah program PKM-PM selesai. Mereka ingin jaringan tersebut berkembang menjadi ruang pertukaran pengetahuan, dukungan emosional, informasi layanan, serta kolaborasi antarkomunitas.
Jejaring lintas daerah itu juga diharapkan dapat menjembatani pengalaman lokal. Caregiver di Makassar, misalnya, dapat bertukar pengetahuan dengan keluarga di Jakarta, Bandung, Semarang, ataupun Bali.
Pada saat yang sama, komunitas dan lembaga pendamping memiliki peluang untuk membangun kerja sama yang lebih berkelanjutan.
Program “Mama, You Matter” mempertemukan caregiver anak dengan penyakit kronis, komunitas, dan lembaga pendamping dari sejumlah daerah. Jejaring ini disiapkan sebagai ruang berbagi pengalaman, informasi, serta akses dukungan bagi keluarga.
Bagi tim Mama, You Matter, pertemuan di Makassar merupakan langkah awal. Pesan yang hendak mereka perluas sederhana: caregiver membutuhkan ketangguhan, tetapi tidak harus menanggung seluruh beban seorang diri.
(Mustika Syaharuddin / Unhas TV)





-300x155.webp)


