MAKASSAR, UNHAS.TV - Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak hanya dituntut memiliki kompetensi profesional dalam menjalankan tugas pemerintahan, tetapi juga membutuhkan penguatan nilai moral dan spiritual sebagai bagian dari pembentukan karakter dan integritas.
Hal tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tingkat Nasional Tahun 2026 yang digelar di Sulawesi Selatan dengan Kota Makassar dan Kabupaten Pangkep sebagai tuan rumah bersama pada 23–30 Agustus 2026.
Kegiatan yang mempertemukan anggota KORPRI dari berbagai daerah di seluruh Indonesia tersebut resmi dibuka di Lapangan Karebosi, Kota Makassar, pada Senin (24/8/2026) malam.
Selain menjadi ajang kompetisi tilawah dan pemahaman Al-Qur’an, MTQ KORPRI juga menjadi ruang pembinaan karakter melalui penguatan nilai spiritual bagi anggota KORPRI.
Menteri Agama Republik Indonesia, Prof Dr H Nasaruddin Umar MA menyampaikan bahwa MTQ KORPRI memiliki peran penting dalam memberikan penguatan spiritual bagi anggota KORPRI.
Menurutnya, kecerdasan spiritual dapat memberikan motivasi sekaligus membentuk keluhuran berpikir dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.
“KORPRI itu perlu juga disentuh dengan kekuatan-kekuatan batin spiritual. Terbukti bahwa kecerdasan spiritual itu mampu memberikan motivasi yang luar biasa, tetapi juga sekaligus mampu memberikan keluhuran berpikir, tidak macam-macam. Dengan demikian, MTQ ini pasti sangat bermanfaat untuk pembinaan karier para anggota KORPRI,” ujar Nasaruddin.
Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu berjalan seimbang dengan nilai moral dan spiritual. Kemampuan intelektual harus disertai dengan kesadaran nilai agar ilmu yang dimiliki dapat digunakan secara tepat dan memberikan manfaat.
“Zaman ilmu pengetahuan adalah Iqra, tetapi juga harus Bismi Rabbik. Iqra tanpa Bismi Rabbik akan lahir monster. Kita tidak boleh melahirkan monster di negeri ini, maka itu kita perlu sentuhan-sentuhan rasa,” jelasnya.
Nasaruddin juga mengajak masyarakat untuk menjadikan kitab suci sebagai pedoman dalam kehidupan. Menurutnya, penghayatan terhadap nilai agama dapat memberikan ketenangan dalam berpikir, mengambil keputusan, serta membangun akhlak.
“Mari kita apa pun agamanya, bacalah kitab sucinya masing-masing. Untuk yang beragama Islam, kita baca Al-Qur’an, agama-agama lain semua punya kitab suci. Hayati, amalkan, maka insya Allah akan menenteramkan jiwa, pikirannya, langkah-langkahnya, akhlaknya, keputusan-keputusannya, dan akan juga menjadi motivasi,” katanya.
Selain menjadi ajang kompetisi keagamaan, MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 menjadi bagian dari pembinaan anggota KORPRI melalui penguatan nilai spiritual.
Kegiatan ini mempertemukan peserta dari berbagai daerah untuk mengikuti rangkaian musabaqah sekaligus memperdalam penghayatan terhadap nilai-nilai keagamaan.
(Mustika Syaharuddin / Unhas TV)
MTQ KORPRI - Menteri Agama RI Prof Dr H Nasaruddin Umar MA bersama Kepala BKN sekaligus Ketua KORPRI Prof Zudan Arif Fakhrulloh dan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman saat pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tingkat Nasional di Lapangan Karebosi, Senin (24/8/2026) malam. (Unhas TV / Mustika Syaharuddin)




-300x174.webp)



