UNHAS.TV - Setoples nastar nyaris selalu menjadi yang pertama dibuka di ruang tamu saat Lebaran. Setelah itu, kastengel menyusul, cepat berkurang, berpindah dari meja ke tangan para tamu yang datang silih berganti.
Di banyak rumah di Indonesia, dua kue kering ini seperti tak pernah absen. Mereka bukan sekadar suguhan. Mereka adalah penanda suasana: hangat, akrab, dan penuh ingatan tentang hari raya.
Idulfitri memang identik dengan perjumpaan. Keluarga besar berkumpul, tetangga saling berkunjung, anak-anak berlarian dari satu rumah ke rumah lain. Di tengah ramainya silaturahmi itu, meja ruang tamu menjadi pusat perhatian.
Di sanalah aneka makanan tersusun rapi, dari sirup berwarna cerah hingga kue-kue kering dalam toples bening. Bentuknya kecil, tetapi kehadirannya penting. Kue kering telah lama menjadi bagian dari tradisi menjamu tamu saat Lebaran.
Di antara beragam jenis yang tersaji, nastar barangkali menjadi yang paling mudah dikenali. Bentuknya bulat kecil, permukaannya mengilap, dan biasanya tertata rapi dalam barisan yang mengundang tangan untuk segera meraih.
Kue ini dibuat dari adonan tepung, mentega, dan telur, lalu diisi selai nanas. Perpaduan kulit yang lembut dengan isian manis sedikit asam membuat nastar sulit ditolak. Ia terasa akrab, sederhana, tetapi selalu dicari.
Kastengel yang Gurih
Setelah nastar, kastengel hampir selalu berada di urutan berikutnya dalam daftar incaran. Jika nastar memanjakan lidah dengan rasa manis, kastengel tampil sebaliknya, gurih, padat aroma keju, dan kuat meninggalkan jejak rasa.
Bentuknya kecil memanjang, dipanggang hingga keemasan, lalu diberi taburan keju di bagian atas. Dari toples yang baru dibuka, aromanya cepat menyebar.
Kastengel seolah menawarkan jeda dari manisnya kue-kue lain, memberi variasi rasa yang membuat tamu ingin mengambil lagi satu, lalu satu lagi.
Selain dua nama itu, ada putri salju yang tak kalah populer. Sesuai namanya, kue ini tampil dengan balutan gula halus putih yang menyerupai salju. Saat digigit, teksturnya lembut dan mudah lumer di mulut.
Sisa gula di bibir atau ujung jari justru menjadi bagian dari pengalaman menyantapnya. Putri salju menghadirkan kombinasi manis dan gurih yang lembut, cocok disantap sambil berbincang panjang di sela kunjungan Lebaran.
Lalu ada lidah kucing, kue tipis memanjang yang dikenal karena kerenyahannya. Dibuat dari campuran tepung, mentega, gula, dan putih telur, kue ini terasa ringan dan renyah.
Karena ukurannya tipis dan rasanya tidak terlalu berat, lidah kucing sering menjadi pilihan bagi tamu yang ingin ngemil santai sembari terus mengobrol.
Sekali ambil biasanya tak cukup satu. Dalam toples, kue ini tampak sederhana, tetapi justru di situlah kekuatannya: ringan, akrab, dan mudah disukai segala usia.
Daftar itu dilengkapi kue semprit, yang tampil dengan bentuk bunga khas hasil cetakan khusus. Rasanya manis dengan tekstur renyah, sering kali dihias selai di bagian tengah agar tampak lebih menarik.
Kue ini menghadirkan nuansa rumahan yang kuat. Ada kesan telaten dalam setiap bentuknya, seolah mengingatkan bahwa sajian Lebaran bukan hanya soal rasa, melainkan juga soal perhatian pada detail dan keinginan menyambut tamu dengan yang terbaik.
Kelima kue kering itu bertahan bukan semata karena rasanya enak, melainkan karena mereka sudah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat. Lebaran di Indonesia bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga perayaan sosial.
Orang datang membawa maaf, kabar, dan tawa. Tuan rumah menyambut dengan ramah, lalu mempersilakan tamu mencicipi apa yang tersedia. Dalam momen seperti itu, kue kering bekerja lebih dari sekadar camilan. Ia menjadi pembuka percakapan, pengisi jeda, dan penanda keramahan.
Nastar, kastengel, putri salju, lidah kucing, dan semprit mungkin hanya tersaji setahun sekali dalam kemeriahan yang paling terasa. Namun justru karena itu, kehadirannya selalu dinanti.
Toples-toples itu adalah bagian kecil dari tradisi yang membuat Lebaran terasa lengkap. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, ketika pintu rumah dibuka untuk tamu yang datang bersilaturahmi, nastar dan kastengel tampaknya tetap akan menjadi dua nama yang paling dulu dicari.
(Tim Unhas TV)
KUE LEBARAN - Ilustrasi kue nastar dan kastengel. Dua jenis kue ini nyaris selalu menjadi hidangan di ruang tamu saat momen Lebaran. (Freepick)

, psikiater dari FK Unhas-300x169.webp)






