MANCHESTER, UNHAS.TV – Erling Haaland akhirnya punya waktu untuk sekadar meluruskan kaki. Di pinggir lapangan Stadion Etihad, sang "Monster Norwegia" hanya duduk menyaksikan rekan-rekannya berjibaku.
Manajer Manchester City, Pep Guardiola, mengambil keputusan yang tergolong berani sekaligus berisiko: memarkir mesin gol utamanya yang mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan.
Namun, perjudian itu terbayar lunas. Tanpa Haaland di daftar starting line up, City membuktikan bahwa mereka tetaplah unit yang mematikan.
Kemenangan dua gol tanpa balas atas Wolverhampton Wanderers di Emirates Stadium, Sabtu (24/1/2026) malam ini menjadi oase bagi The Citizens.
Maklum, sepekan terakhir terasa traumatis bagi sang juara bertahan setelah menelan dua kekalahan beruntun yang menguras mental.
Di tangan duet penyerang Omar Marmoush dan Antoine Semenyo, City kembali ke jalur kemenangan yang krusial untuk menjaga asa di papan atas klasemen.
Laga baru berjalan enam menit ketika keputusan Pep mengistirahatkan Haaland terlihat sangat tepat. Omar Marmoush, yang baru saja kembali dari tugas membela Mesir di Piala Afrika, langsung menghentak.
Menyambut umpan silang manis dari Matheus Nunes, Marmoush melepaskan tendangan voli yang tak mampu dihalau Jose Sa.
Itu adalah gol perdana Marmoush di Liga Primer musim ini—sebuah pembuktian diri setelah sempat berkutat dengan cedera dan penurunan performa sejak awal musim.
Pertandingan sempat memanas menjelang akhir babak pertama. Marmoush hampir menggandakan keunggulan setelah mengecoh Yerson Mosquera, namun bola sepakannya hanya membentur tiang gawang.
Di sinilah drama VAR bermula. Para suporter City di belakang gawang berteriak kencang mengklaim adanya pelanggaran tangan (handball) oleh Mosquera.
Wasit Farai Hallam, yang tengah melakoni debutnya memimpin laga Liga Primer, dipanggil untuk meninjau monitor. Selama tiga setengah menit yang menegangkan, Hallam mengamati tayangan ulang.
Di tengah tekanan ribuan suporter tuan rumah, ia mengambil keputusan berani: tidak ada penalti. Bola dianggap mengenai area ketiak, bukan lengan. Meski prosesnya memakan waktu lama, ketegasan Hallam di hari besarnya patut mendapat apresiasi.
Kontribusi 2 Rekrutan Anyar
City tak membiarkan kekecewaan atas batalnya penalti mengganggu ritme mereka. Melalui skema serangan yang rapi, Rayan Cherki dan Bernardo Silva membangun kerja sama yang apik.
Bola kemudian jatuh di kaki Antoine Semenyo --rekrutan anyar Januari 2026-- yang langsung menyelesaikannya dengan penyelesaian dingin.
Gol tersebut merupakan gol ketiga dalam empat laga bagi pemain baru seharga £62,5 juta itu—angka yang mulai terlihat murah jika melihat kontribusinya belakangan ini.
Di lini pertahanan, perhatian tertuju pada Marc Guehi. Rekrutan anyar City lainnya yang melakoni debut dengan tenang dan membantu tim mencatatkan clean sheet.
Meski Wolves di bawah arahan Rob Edwards sempat memberikan ancaman di babak kedua melalui sundulan Mosquera yang membentur mistar, Guehi dan kolega tetap solid menjaga benteng pertahanan.
Haaland baru dimasukkan saat laga menyisakan 17 menit, lebih sebagai penyegaran sekaligus teror psikologis bagi lawan.
Meski tidak menambah pundi gol, kehadirannya menutup laga dengan kenyamanan bagi tuan rumah.
Bagi Pep Guardiola, kemenangan ini adalah pesan kuat, mesin golnya bisa beristirahat, namun mesin kemenangannya tetap menderu kencang. Manchester City telah kembali ke jalur tiga poin. (*)
Gelandang City yang baru pulang membela Mesir di Piala Afrika 2025, Omar Marmoush cetak gol pembuka saat Manchester City mengalahkan Wolves 2-0, Sabtu (24/1/2026) malam. (foto: the sun)








