MAKASSAR, UNHAS.TV - Kepolisian Sektor Tamalanrea masih menyelidiki penyebab kematian seorang pria yang ditemukan tak bernyawa di area belakang Gedung Teaching Industry Universitas Hasanuddin, Selasa (7/4/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Firman, warga Panaikang, Kecamatan Panakkukang, Makassar, dan diduga telah meninggal sekitar tiga hari sebelum jasadnya ditemukan.
Kapolsek Tamalanrea Komisaris Polisi Muhammad Yusuf mengatakan identitas korban telah dipastikan melalui identifikasi awal di lokasi serta konfirmasi dari pihak keluarga.
Menurut Kompol Yusuf, keluarga korban juga telah datang untuk memastikan identitas tersebut sebelum jasad dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Korban sudah bisa dipastikan identitasnya atas nama Firman. Keluarganya juga sudah datang untuk memastikan, kemudian korban dibawa ke rumah sakit untuk dicek kembali sebelum diserahkan kepada keluarga,” kata Yusuf.

Kapolsek Tamalanrea Kompol Muhammad Yusuf SSos MM. (Dok Unhas TV)
Temuan itu pertama kali dilaporkan pada Selasa pagi setelah seorang petugas kebersihan kampus mendatangi area belakang gedung yang jarang diakses.
Saat hendak buang air kecil, ia melihat tubuh seorang pria tergeletak di dalam tempat penyimpanan barang di belakang kantor. Penemuan tersebut segera dilaporkan kepada atasan dan diteruskan kepada aparat keamanan.
Polisi kemudian datang ke lokasi bersama tim identifikasi dan forensik untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
Dari hasil pemeriksaan awal, kata Yusuf, korban ditemukan di sebuah ruang penyimpanan barang, bukan di area terbuka. Lokasi itu berada di bagian belakang kompleks kampus, dekat kawasan lapangan tenis.
Lakukan Pemeriksaan Lanjutan
Keterangan tim forensik sementara menunjukkan korban diperkirakan telah meninggal sekitar tiga hari sebelum ditemukan. Meski demikian, Yusuf menegaskan penyebab pasti kematian belum dapat disimpulkan.
Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan serta pendalaman terhadap kondisi jasad dan situasi di lokasi kejadian.
“Informasi awal dari tim forensik, korban diperkirakan sudah meninggal kurang lebih tiga hari lalu. Tapi untuk penyebab pastinya masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.
Yusuf juga memastikan korban bukan mahasiswa maupun staf Universitas Hasanuddin. Kepolisian masih menelusuri bagaimana korban bisa berada di area tersebut dan apa tujuan kedatangannya ke kompleks kampus.
Sehari sebelum jasad ditemukan, keluarga korban disebut sempat mendatangi pos keamanan kampus untuk melaporkan anggota keluarganya yang hilang.
Dalam penyelidikan awal, aparat mengamankan sejumlah barang dari lokasi kejadian, antara lain besi tua, karung, obeng, dan pisau.
Polisi belum menyimpulkan keterkaitan benda-benda itu dengan kematian korban. Seluruh temuan, kata Yusuf, masih didalami sebagai bagian dari upaya merekonstruksi peristiwa sebelum korban meninggal.
Penemuan mayat ini sempat menggegerkan sivitas akademika dan warga sekitar kampus. Namun, kepolisian meminta publik tidak berspekulasi sebelum hasil penyelidikan dan pemeriksaan forensik selesai.
Fokus aparat saat ini adalah memastikan penyebab kematian, menyusun kronologi, serta menelusuri kemungkinan ada unsur pidana dalam peristiwa tersebut.
Hingga Selasa siang, garis polisi masih terpasang di sekitar lokasi penemuan jasad. Aparat terus meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk melengkapi penyelidikan.
(Zahra Tsabitha Sucheng / Iffa Aisyah Rahman / Unhas TV)
PENYELIDIKAN - Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Kepolisian Daerah Sulsel melakukan penyelidikan penyebab kematian seorang pria di area belakang Gedung Teaching Industry, Kampus Unhas, Selasa (7/4/2026). (Unhas TV/Muhammad Syaiful)


-300x169.webp)





