Pendidikan

Peluang Studi di Taiwan: Tawaran Beasiswa dan Akses Industri Global

INTACT -- Kegiatan sosialisasi Intact Base Taiwan - Indonesia di Arsjad Rasjid LT, Kampus Unhas Tamalanrea, Kamis (2/7/2026). Foto: Unhas TV

MAKASSAR, UNHAS.TV - Direktorat Transformasi Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Universitas Hasanuddin melalui Transdiva Unhas menggelar sosialisasi peluang studi dan karier di Taiwan bagi mahasiswa semester akhir dan alumni.

Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti puluhan mahasiswa tingkat akhir dan alumni di Arsjad Rasjid Lecture Theater, Kampus Unhas Tamalanrea, Kamis (2/7/2026).

Sosialisasi tersebut menghadirkan INTACT Base Indonesia untuk memperkenalkan program beasiswa penuh, magang, serta peluang kerja di industri global.

Puluhan mahasiswa tingkat akhir dan alumni Universitas Hasanuddin mengikuti kegiatan ini untuk memperoleh informasi mengenai jalur melanjutkan studi sekaligus membangun karier di Taiwan.

Dalam kegiatan itu, peserta diperkenalkan dengan International Industrial Talents Education Special Program. Program yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Taiwan ini bertujuan menarik talenta internasional dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Sasaran program tersebut meliputi lulusan D3, D4, dan S1 yang ingin melanjutkan pendidikan sekaligus memperoleh pengalaman kerja di luar negeri.

Director of INTACT Base Surabaya Office, Andre So, mengatakan lembaganya hadir sebagai pusat informasi dan konsultasi resmi yang menjembatani kerja sama perguruan tinggi di Indonesia dan Taiwan.

Ia menyebut program ini membuka peluang bagi mahasiswa Unhas untuk mendapat dukungan penuh selama studi dan setelah lulus.

“Kami datang ke sini untuk merekrut mahasiswa Unhas agar dapat melanjutkan studi dan karier di Taiwan,” kata Andre dalam sosialisasi tersebut.

Menurut Andre, program yang diperkenalkan INTACT Base Indonesia memberikan dukungan pembiayaan yang cukup luas.

Dukungan itu mencakup biaya pendidikan, tiket pesawat, pemeriksaan kesehatan, serta sejumlah kebutuhan administrasi lain. Peserta yang lolos juga disebut akan memperoleh tunjangan hidup selama menempuh studi di Taiwan.

Andre menjelaskan, masa studi dalam program tersebut berlangsung selama dua tahun. Selama masa itu, mahasiswa akan mendapatkan pembekalan akademik, pengalaman industri, serta kesempatan meningkatkan kemampuan bahasa.

Setelah menyelesaikan studi, peserta dipersiapkan untuk bekerja di Taiwan melalui perusahaan mitra yang telah menjalin kerja sama.

Ia mengatakan, penerima beasiswa berpeluang memperoleh tunjangan bulanan sekitar Rp 5,5 juta selama masa studi. Setelah lulus, peserta akan diarahkan bekerja di Taiwan selama dua tahun dengan estimasi gaji sekitar Rp 20 juta hingga Rp 25 juta per bulan.

Menurut dia, skema ini memberi pengalaman ganda bagi mahasiswa, yaitu pendidikan profesional dan pengalaman kerja internasional.

“Ini program yang bagus karena mahasiswa bisa mendapat studi profesional sekaligus pengalaman bekerja,” ujar Andre.

Selain menawarkan beasiswa, kegiatan ini juga memaparkan fasilitas lain yang dapat diperoleh peserta. Di antaranya kesempatan magang berbayar, bantuan biaya kuliah, dukungan perusahaan mitra, serta pendampingan selama proses pendaftaran.

Peserta juga mendapat penjelasan mengenai syarat mengikuti program, termasuk kemampuan bahasa Inggris atau Mandarin.

Andre menyampaikan, penerima beasiswa memiliki kewajiban bekerja di Taiwan setelah lulus sesuai dengan durasi penerimaan beasiswa. Ketentuan ini menjadi bagian dari skema kerja sama antara pemerintah Taiwan, perguruan tinggi, dan industri.

Melalui sosialisasi tersebut, Transdiva Unhas berharap mahasiswa dan alumni dapat memanfaatkan peluang pendidikan dan karier internasional secara lebih luas.

Program ini juga dinilai dapat membantu lulusan meningkatkan keterampilan, memperluas jejaring, dan memperbesar peluang kerja setelah kembali ke Indonesia.

Andre berharap semakin banyak mahasiswa Unhas tertarik mengikuti program tersebut. Menurut dia, Taiwan dapat menjadi salah satu tujuan strategis bagi lulusan yang ingin membangun karier global dengan dukungan beasiswa, pembelajaran bahasa Mandarin, magang, dan akses ke dunia industri.

(Zahra Tsabitha Sucheng / Unhas TV)