Mahasiswa
Pendidikan

Pembekalan KKN Tematik Perubahan Iklim, 357 Mahasiswa Unhas Disiapkan Melawan Dampak Perubahan Iklim

PERUBAHAN IKLIM - Unhas memberikan pembekalan untuk 357 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Tematik Perubahan Iklim di Auditorium Prof Dr Ahmad Amiruddin, Fakultas Kedokteran, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Selasa (2/6/2026). (Unhas TV/Zahra Tsabita Sucheng)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Universitas Hasanuddin (Unhas) memberikan pembekalan untuk 357 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Tematik Perubahan Iklim sebelum diterjunkan ke sejumlah daerah.

Pembekalan berlangsung di Auditorium Prof Dr Ahmad Amiruddin, Fakultas Kedokteran, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan bertema “Membangun Agen Perubahan untuk Masa Depan Berkelanjutan” itu disiapkan untuk memperkuat kapasitas mahasiswa dalam merancang program kerja yang relevan dengan tantangan perubahan iklim di tingkat masyarakat.

Melalui program ini, mahasiswa diharapkan tidak sekadar hadir sebagai peserta KKN, tetapi juga sebagai penggerak solusi berbasis kebutuhan lokal.

Pembekalan tersebut terselenggara atas kerja sama Universitas Hasanuddin dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Hanns Seidel Foundation, serta Pusat Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin.

Direktur Transformasi Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran (Transdiva) Universitas Hasanuddin (Unhas), Ir Sahriyanti Saad SHut MSi PhD mengatakan pembekalan khusus diperlukan karena KKN yang dijalankan Unhas kini berbasis tematik.



Direktur Transformasi Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Unhas Ir Sahriyanti Saad SHut MSi PhD. (Unhas TV/Zahra Tsabita Sucheng)


Untuk tema perubahan iklim, mahasiswa perlu memahami konteks lapangan sebelum menyusun program. “Mahasiswa dibekali bagaimana merencanakan program dan kegiatan inovatif yang sesuai dengan sasaran tematik,” kata Sahriyanti.

Menurut dia, lokasi pelaksanaan KKN setiap daerah itumemiliki karakteristik berbeda. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki kemampuan membaca kebutuhan wilayah, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta menyusun indikator keberhasilan program secara terukur. Beberapa daerah penempatan yang disebutkan antara lain Bantaeng, Maros, Sidrap, dan Parepare.

Sahriyanti juga menekankan tiga pesan kepada peserta. Mahasiswa diminta menjaga nama baik almamater, mengutamakan kerja kolaboratif bersama masyarakat dan tim, serta memastikan program yang dijalankan memberi manfaat berkelanjutan.

Selama pembekalan, peserta menerima berbagai materi strategis mengenai dampak perubahan iklim terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Mereka juga diperkenalkan pada strategi mitigasi dan adaptasi yang dapat diterjemahkan ke dalam program kerja KKN.

Melalui kegiatan ini, Unhas berharap mahasiswa mampu menjembatani pengetahuan akademik dengan persoalan nyata di masyarakat.

Program KKN Tematik Perubahan Iklim diarahkan menjadi ruang belajar sekaligus ruang pengabdian, terutama dalam memperkuat kesadaran warga terhadap risiko iklim dan langkah-langkah penanganannya.

(Zahra Tsabitha Sucheng / Unhas TV)