UNHAS.TV - Hingga 80 persen suara yang berhasil dihitung, belum juga ada tanda siapa yang akan memenangkan pemilihan umum Israel. Dari kecenderungan suara masuk, Partai Likuid yang dipimpin Benjamin Netanyahu diperkirakan akan meraih 54 kursi, jauh dari harapan semula yakni 68 suara.
Idealnya, kemenangan baru bisa ditentukan jika partai atau gabungan partai berhasil meraih 61 kursi dari 120 kursi yang diperebutkan di Knesset, parlemen Israel.
Adapun partai-partai Arab yang ikut bertarung di pemilihan umum itu justru mendapatkan lebih banyak suara dibandingkan dengan pemilihan umum sebelumnya pada lima tahun lalu. Dua partai Arab terbesar berhasil mengamankan 17 suara, naik 20 persen dari pencapaian sebelumnya.
Raihan suara ini membuat posisi parta-partai Arab lebih diperhitungkan oleh partai sayap kanan yang dikomandoi oleh Partai Likuid dan partai oposisi yang dikomandoi oleh Partai Yashar (diketuai Gadi Eisenkot).
Jika dalam sepekan ini tiga kelompok partai tersebut tidak mencapai kesepakatan untuk menentukan siapa perdana menteri hasil pemilihan ini, maka akan terjadi jalan buntu yang membuat arah pemerintahan Israel tidak stabil.
Presiden Israel Isaac Herzog sudah meminta kepada seluruh pimpinan partai untuk berpikir terbuka agar tidak diperlukan pemilihan ulang. "Yang pasti dan seperti apa yang saya tegaskan sebelumnya, kita harus berupaya sekuat mungkin agar tidak terjadi pemilihan ulang," kata Herzog.
Menurut data Komisi Pemilihan Umum Pusat Israel, pemilihan umum Israel kali ini berhasil menghimpun 5,7 juta suara dari 7,3 juta suara terdaftar atau tingkat partisipasi mencapai 77,7 persen, tertinggi sejak 1999. Peningkatan itu seiring dinamika politik di Israel dan pengaruh perang yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat melawan Iran.(*)





-300x169.webp)


