Karir
Pendidikan

Penataan Area Wisuda Unhas, Kurangi Tenda dan Tertibkan PKL di Sekitar Baruga AP Pettarani

Kepala Bidang Kehumasan Unhas Ishaq Rahman menjelaskan perubahan area Wisuda Unhas Periode April 2026 lebih tertata dari serbuan PKL dan tenda. (Unhas TV/Venny Septiani)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Pelaksanaan wisuda Universitas Hasanuddin periode April 2026 menghadirkan suasana berbeda di sekitar Baruga Andi Pangerang Pettarani, Rabu-Kamis (1-2/4/2026).

Jika pada periode-periode sebelumnya area sekitar gedung wisuda dipadati dengan tenda jasa foto dan pedagang kaki lima (PKL), kali ini kawasan itu tampak lebih lapang, tertib, dan mudah diakses. 

Perubahan itu bukan kebetulan. Universitas Hasanuddin (Unhas) mulai menerapkan kebijakan penataan lingkungan wisuda dengan membatasi PKL dan meniadakan tenda-tenda di sekitar lokasi acara.

Langkah ini diambil setelah kampus mengevaluasi pelaksanaan wisuda sebelumnya yang dinilai terlalu padat oleh berbagai aktivitas di luar gedung.

Kepala Bidang Humas Unhas, Ishaq Rahman, mengatakan kepadatan di sekitar Baruga AP Pettarani selama ini menimbulkan dua persoalan utama.

Pertama, soal citra dan kesakralan dari prosesi acara wisuda itu sendiri. Kedua, soal kenyamanan pengunjung, terutama orang tua wisudawan.

“Setiap kali pelaksanaan wisuda, lingkungan sekitar Baruga sangat crowded, sangat masif. Banyak sekali aktivitas, terutama berdagang, menawarkan jasa foto, dan aktivitas lainnya,” kata Ishaq.

Menurut dia, kondisi itu membuat pelaksanaan wisuda terkesan semrawut, tidak terurus, meskipun prosesi utama sendiir berlangsung di dalam ruangan.

Bagi kampus, area luar gedung tetap merupakan bagian dari keseluruhan pelaksanaan wisuda. Karena itu, penataan tidak cukup hanya dilakukan di dalam Baruga.

Kampus menilai suasana di luar ruangan ikut menentukan pengalaman wisudawan, keluarga, dan tamu undangan terhadap acara akademik yang seharusnya berlangsung khidmat.

Akses Jalan Macet 

Implikasi lain yang selama ini dirasakan adalah terganggunya akses dan mobilitas pengunjung. Jalanan menuju lokasi wisuda kerap menyempit dan macet akibat tumpukan aktivitas ekonomi serta kerumunan.

Kendaraan roda empat sulit bergerak lancar, sementara pengunjung harus berdesakan untuk masuk atau keluar dari area Baruga AP Pettarani.

Menurut Ishaq, persoalan itu sudah berulang kali dikeluhkan, terutama oleh para orang tua wisudawan. Mereka menilai suasana wisuda menjadi kurang nyaman dan kehilangan nuansa sakral karena terlalu ramai oleh aktivitas di luar kepentingan prosesi akademik.

Karena itu, pada wisuda periode April 2026 ini, universitas mulai menguji pola penataan baru. Kampus membatasi kehadiran PKL seminimal mungkin dan tidak lagi mengizinkan tenda-tenda jasa foto berdiri di sekitar Baruga.

Kebijakan ini, kata Ishaq, masih bersifat uji coba dan akan terus dievaluasi pada setiap pelaksanaan wisuda berikutnya.

“Nah mulai di wisuda kali ini kita coba melakukan penataan,” ujar Ishaq. “Kalau kita lihat, suasananya memang sangat jauh berbeda. Crowded-nya tetap terjadi karena ini wisuda, tetapi dia lebih tertata dan teratur.”

Hasil awal dari kebijakan itu mulai terlihat. Keramaian memang tidak hilang sepenuhnya, tetapi tidak lagi menimbulkan kesan sesak seperti sebelumnya.

Pengunjung dapat bergerak lebih leluasa. Orang tua wisudawan tidak terlalu terganggu oleh lalu lalang pedagang atau tenda yang memakan ruang. Di sisi lain, panitia juga dinilai lebih mudah mengendalikan arus tamu dan fokus mengatur jalannya prosesi.

Penataan ini sekaligus menunjukkan upaya kampus mengembalikan wisuda pada fungsi utamanya sebagai forum akademik yang resmi dan bermakna.

Kampus tidak menutup mata terhadap kebutuhan ekonomi masyarakat di sekitar acara, tetapi universitas tampaknya hendak menegaskan bahwa ruang wisuda tidak boleh dibiarkan kehilangan wibawa karena tata kelola yang longgar.

Di tengah keramaian wisuda yang selalu menyedot ribuan orang, langkah sederhana itu tampaknya memberi pesan jelas, seremoni akademik bukan sekadar perayaan, melainkan juga soal menjaga marwah institusi.

(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)