Breaking News
Sulsel
Terkini

Pencarian Korban KLM Nurul Salsa Diperluas 33 Mil, 25 Orang Masih Hilang

PENCARIAN KORBAN - Tim SAR gabungan memperluas area pencarian korban tenggelamnya Kapal Layar Motor Nurul Salsa hingga 33 mil laut pada hari ketiga operasi, Jumat (17/7/2026). (Dok Basarnas)

SELAYAR, UNHAS.TV - Tim SAR gabungan memperluas area pencarian korban tenggelamnya Kapal Layar Motor Nurul Salsa hingga 33 mil laut pada hari ketiga operasi, Jumat (17/6/2026).

Sebanyak 25 orang masih dinyatakan hilang di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Jumlah ini bertambag 2 orang dari sebelumnya disebut 23 dalam pencarian.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan operasi pencarian dibagi ke dalam dua search and rescue unit (SRU). Setiap unit menyisir sektor yang berbeda menggunakan KRI Marlin-877 milik TNI Angkatan Laut dan KN Kamajaya milik Basarnas.

KRI Marlin-877 melakukan pencarian di sektor pertama dengan cakupan area sekitar 16 mil laut dari lokasi kejadian. Kapal tersebut memulai penyisiran dari Pelabuhan Jampea dengan mengikuti pola pencarian yang telah ditentukan tim operasi SAR.

Adapun KN Kamajaya bergerak menuju sektor kedua dari Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar. Kapal Basarnas itu tiba di wilayah pencarian sekitar pukul 04.20 Wita dan menyisir area sejauh 17 mil laut menggunakan metode pencarian paralel.

“KN Kamajaya melakukan pencarian di sektor dua sejauh 17 mil dengan metode paralel. KRI Marlin dari TNI Angkatan Laut melakukan pencarian di sektor satu sejauh 16 mil,” kata Andi Sultan.

Pada pukul 10.05 Wita, personel KN Kamajaya menemukan sebuah pelampung di sekitar area pencarian. Benda tersebut diduga merupakan milik salah seorang penumpang KLM Nurul Salsa. Tim SAR masih mendalami keterkaitan temuan itu dengan kecelakaan kapal.

Pencarian dilakukan dengan mengamati permukaan laut dan memperhitungkan kemungkinan pergerakan korban maupun material kapal akibat arus.

Tim gabungan juga terus menerima laporan dari masyarakat, keluarga penumpang, dan posko pendataan yang berada di Jampea serta Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar.



Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan. (Dok Basarnas)


Pendataan terbaru menunjukkan jumlah orang di dalam kapal bertambah dari catatan sebelumnya. Tim SAR menerima informasi mengenai tiga korban selamat yang belum tercatat karena tidak langsung melapor ke posko setelah dievakuasi.

Selain itu, terdapat laporan tambahan mengenai dua orang yang disebut ikut dalam pelayaran KLM Nurul Salsa, tetapi sebelumnya belum dimasukkan dalam daftar pencarian. Pembaruan tersebut membuat total orang di dalam kapal tercatat sebanyak 78 orang.

Hingga Jumat pukul 16.10 Wita, sebanyak 52 orang dinyatakan selamat. Satu orang ditemukan meninggal dunia, sedangkan 25 orang lainnya masih dalam pencarian.

Menurut Andi, perubahan data jumlah penumpang terjadi karena proses verifikasi masih berlangsung. Petugas terus mencocokkan keterangan keluarga, penumpang yang selamat, manifest perjalanan, serta laporan yang masuk melalui posko.

“Jumlah korban hingga pukul 16.10 Wita sebanyak 78 orang. Korban selamat 52 orang, satu meninggal dunia, dan 25 orang masih dalam pencarian,” ujar Andi.

KLM Nurul Salsa dilaporkan mengalami mati mesin di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, pada Rabu (15/7/2026). Kapal yang membawa puluhan penumpang tersebut kemudian tenggelam.

Tim SAR gabungan segera mengerahkan personel dan sarana laut setelah menerima laporan kecelakaan. Sejumlah korban ditemukan selamat setelah dievakuasi oleh tim penyelamat maupun kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Cuaca, arus laut, serta luasnya wilayah pencarian menjadi tantangan dalam operasi tersebut. Tim SAR menggunakan pembagian sektor untuk memperbesar kemungkinan menemukan korban sekaligus menghindari penyisiran berulang pada area yang sama.

Operasi pencarian akan dilanjutkan dengan menyesuaikan perkembangan kondisi laut dan hasil evaluasi harian.

Tim gabungan juga meminta kapal nelayan serta masyarakat yang beraktivitas di sekitar perairan Selayar segera melaporkan apabila menemukan korban atau benda yang diduga berasal dari KLM Nurul Salsa.

(Wandi Nojeng / Unhas TV)