MAKASSAR, UNHAS.TV - Secangkir kopi atau teh di pagi hari ternyata tidak hanya memicu semangat kerja tetapi juga bagus untuk kesehatan. Salah satunya, untuk penderita dementia.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Daniel Wang, Yu Zhang, Yuxi Liu, dan Yanping Li, dua atau tiga kelas kopi atau teh yang mengandung kafein, punya dampak bagus kepada kemampuan kognitif peminumnya, lebih khusus kepada penderita dementia. Hasil penelitian ini sudah dipublikasikan di jurnal JAMA.
Penelitian ini menggunakan metode studi kohort atau metode penelitian observasional longitudinal yang mengikuti sekelompok orang dengan melibatkan 131.821 orang yang terdiri atas dua kohort yang berusia 43 tahun ke atas. Dari studi kohort itu ditemukan 11.033 penderita dementia. Secara singkat, mereka yang mengonsumsi kafein yang lebih banyak (dari sumber kopi atau teh), ternyata memiliki risiko rendah mengalami dementia.
Daniel Wang, peneliti sekaligus dosen di Departemen Gizi Harvard TH Chan School of Public Health Medical School, mengungkapkan bahwa peminum kopi berkafein memiliki peluang 18 persen lebih rendah terkena dementia. Sedangkan pada peminum teh berkafein, memiliki peluang 14 persen lebih rendah terkena risiko dementia.
Kendati penelitian itu menghubungkan antara konsumsi kafein dengan risiko dementia, beberapa peneliti menyebutkan bahwa kafein bukan faktr utama dalam pengaruh tersebut. Ada kemungkinan elemen lain yang membuat peminum kopi dan teh lebih sehat dibanding yang lainnya.
Kemungkinan itu, misalnya, peminum kopi akan cenderung mengurangi pola makan berlebih sehingga tubuh mereka jauh lebih sehat. Kemungkinan lain, para peminum kopi dan teh adalah kelompok kalangan atas sehingga mereka cenderung punya lingkungan sosial yang menggembirakan sehingga kesehatan jiwa dan mentalnya juga ikut meningkat.
"Jadi, minum kopi lebih banyak juga tidak perlu karena ada dampak sampingnya. Jadi, tidak seorang pun yang harus mulai minum kopi semata-mata untuk melindungi otak," ujar Dr Sara Mahdavi, dosen di Departemen Ilmu Gizi Universtas Toronto, Kanada.
"Rajin berolaharga, jaga pola makan dengan mengutamakan makanan alami. tidur yang cukup, dan sering bertemu orang, juga tak kalah pentingnya untuk menjaga kesehatan otak. Kopi bukan faktor utama," ujarnya.(*)








